Basarnas Berperan Vital dalam Operasi SAR
- 11 Mar 2026 10:47 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Sibolga – Pasca banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir tahun 2025 di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah, tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bergerak cepat melakukan operasi pencarian dan pertolongan. Operasi ini dilakukan untuk mengevakuasi korban serta membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Operasi SAR melibatkan tim gabungan dari Kantor SAR Medan bersama personel Pos SAR Sibolga. Ratusan personel diterjunkan ke berbagai titik terdampak untuk melakukan pencarian korban, evakuasi medis, serta penyelamatan warga yang tertimbun longsor maupun reruntuhan bangunan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Nias, Putu Arga Sujarwadi mengatakan operasi SAR difokuskan pada upaya penyelamatan jiwa manusia selama masa tanggap darurat. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam program Kentongan Pro 1 RRI Sibolga, Selasa, 10 Maret 2026.
“Tim SAR gabungan saat ini terus melakukan pencarian terhadap para korban di sejumlah titik yang terdampak longsor serta tertimbun reruntuhan bangunan. Prioritas utama kami adalah menemukan dan mengevakuasi para korban secepat mungkin agar dapat segera mendapatkan penanganan yang diperlukan,” ujar Putu Arga Sujarwadi.
Dalam operasi tersebut, Basarnas juga memanfaatkan berbagai teknologi modern untuk mempercepat proses pencarian. Salah satunya dengan menggunakan drone thermal untuk memetakan kerusakan serta mendeteksi kemungkinan keberadaan korban di bawah material longsor.
Selain itu, perangkat komunikasi berbasis satelit Starlink turut digunakan untuk mengatasi gangguan jaringan komunikasi dan internet di lokasi bencana. Teknologi ini membantu memperlancar koordinasi antar tim di lapangan ketika jaringan komunikasi konvensional terputus.
Untuk mendukung mobilisasi tim dan distribusi bantuan, Basarnas juga mengerahkan kapal penyelamat KN SAR Ganesha. Kapal tersebut digunakan untuk membawa personel serta logistik menuju wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Dengan pengerahan personel, peralatan modern, serta dukungan berbagai unsur potensi SAR, kami berupaya memastikan proses pencarian dan penyelamatan korban berjalan maksimal,” kata Putu.