Kandungan Etanol dalam BBM
- 21 Okt 2025 16:36 WIB
- Sibolga
KBRN, Sibolga: Belakangan, masyarakat ramai membicarakan soal kandungan etanol dalam bahan bakar minyak (BBM). Pertanyaan yang sering muncul: apakah etanol dapat merusak mesin atau menurunkan performa kendaraan?
Pakar Energi Prof. Tri Yuswidjajanto saat Info Sibolga Pagi, Senin (20/10/2025) mengatakan, penambahan etanol ke dalam BBM sebenarnya bukan hal baru. Etanol digunakan sebagai campuran (blending) dalam upaya mendukung program energi terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Kandungan etanol dalam kadar yang diatur pemerintah tidak menimbulkan bahaya bagi mesin. Bahkan dibanyak negara lain, BBM dengan campuran etanol seperti E5 hingga E10 (5–10% etanol) telah digunakan secara luas dan aman.
Meski etanol memiliki kandungan energi lebih rendah dibanding bensin murni, dampaknya pada performa kendaraan dengan kadar rendah relatif kecil dan sering kali tidak terasa. Mesin modern yang menggunakan sistem injeksi serta dikontrol oleh ECU (Electronic Control Unit) mampu menyesuaikan pembakaran sehingga kendaraan tetap bekerja optimal.
Ada hal-hal yang perlu diperhatikan. Risiko gangguan bisa saja muncul ketika, kandungan etanol melebihi standar yang ditetapkan, proses penyimpanan dan distribusi BBM tidak baik sehingga memicu kontaminasi air atau korosi, kendaraan yang digunakan merupakan tipe lama yang tidak kompatibel dengan bahan bakar bercampur etanol.
“Selama kualitas bahan bakar sesuai standar dan penggunaannya tepat, etanol justru bisa menjadi bagian dari solusi energi ramah lingkungan tanpa mengorbankan mesin kendaraan, dengan demikian, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Kandungan etanol dalam BBM tidak berbahaya bagi mesin maupun performa kendaraan, asalkan sesuai takaran dan standar mutu yang sudah ditetapkan pemerintah,” kata Prof Tri.