Topan Kalmaegi Landa Filipina
- 05 Nov 2025 11:16 WIB
- Sibolga
KBRN, Sibolga : Badai tropis Kalmaegi yang melanda kawasan tengah Filipina telah menimbulkan kerugian manusia yang cukup besar. Hingga Selasa (4/11/2025) malam, jumlah korban tewas dilaporkan telah mencapai 46 orang, termasuk enam anggota militer yang tewas ketika helikopter mereka jatuh saat melaksanakan misi kemanusiaan.
Dikutip dari Routers Badai Kalmaegi yang dikenal juga sebagai Tino di Filipina, menghasilkan hujan sangat lebat dan banjir besar di wilayah Visayas dan pusat negara Filipina. Di provinsi seperti Cebu, hujan mencapai angka 183 milimeter dalam 24 jam, melebihi curah hujan rata-rata bulanan. Insiden paling dramatis terjadi ketika helikopter militer Filipina jatuh di provinsi Agusan del Sur saat melakukan evakuasi dan pengiriman bantuan enam awak tewas dalam peristiwa tersebut.
Nama Kalmaegi diperoleh dan diajukan oleh Korea Utara ke komite penamaan badai di World Meteorological Organization (WMO) dan mulai digunakan sejak 1 Januari 2000. Dalam bahasa Korea, Kalmaegi berarti burung camar, sejenis burung yang hidup di tepi laut, dikutip dari wikipedia.org, disiarkan pada Sibolga Menyapa Pro 1, Rabu (5/11/2025).
Kekacauan akibat banjir dan angin kencang mempersulit akses ke beberapa daerah terdampak, mempengaruhi proses evakuasi dan distribusi bantuan. Infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan sistem drainase rusak atau tertutup air, sehingga pemulihan menjadi lebih sulit. Meskipun sistem peringatan telah diterapkan, kombinasi hujan ekstrem dan kondisi medannya memperparah dampak.
Pemerintah Filipina serta berbagai lembaga kemanusiaan perlu memastikan, evakuasi lebih awal bagi kawasan yang ditetapkan zona berisiko tinggi, pemulihan cepat terhadap infrastruktur kritis yang rusak oleh badai, sistem manajemen bencana yang lebih tangguh dalam menghadapi badai tropis yang semakin kuat.