Dekranasda Kubar Ikut Ramikan Pameran Kerajinan Terbesar INACRAFT 2026

  • 04 Feb 2026 22:13 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kutai Barat (Kubar) turut ambil bagian dalam pameran kerajinan terbesar se-Asia Tenggara, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026, yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 4–8 Februari 2026.

Keikutsertaan Dekranasda Kubar yang dipimpin istri bupati Kubar, Maria Christina Mozes Edwin ini, menjadi bagian dari upaya memperkenalkan produk kerajinan lokal ke pasar nasional hingga global.

Hal ini sejalan dengan tema besar INACRAFT 2026, “From Smart Village to Global Market”, yang menempatkan peran womenpreneurs sebagai motor penggerak industri kreatif.

INACRAFT 2026 resmi dibuka oleh Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, didampingi Istri Wakil Presiden RI sekaligus Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Selvi Gibran Rakabuming Raka, bersama sejumlah menteri dan tokoh nasional. Pembukaan ditandai dengan prosesi simbolis menumbuk lesung di Plenary Hall JICC, Rabu, 4 Februari 2026.

BACA JUGA:

Dekranasda Kubar Galakkan Membatik Sebagai Identitas Bangsa

Pameran ini diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Event. Pada penyelenggaraan ke-26 ini, INACRAFT mengusung tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft”, yang memberikan ruang apresiasi bagi perempuan pelaku usaha kriya, termasuk pengrajin perempuan asal Kutai Barat.

Tema tersebut menegaskan peran strategis perempuan dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Beragam karya kerajinan ditampilkan, mulai dari produk tradisional hingga inovasi modern yang berorientasi pasar global.

INACRAFT 2026 menghadirkan lebih dari 1.000 stan yang diisi perajin individu, kementerian, BUMN, dinas daerah, hingga peserta mancanegara. Produk yang dipamerkan meliputi kerajinan rumah tangga, batik, tenun, fesyen, aksesori, hingga kuliner nusantara melalui area Talam INACRAFT.

BACA JUGA:

Pelatihan Batik Dayak Jadi Ruang Ekonomi Baru Kubar

Dalam pameran ini, Dekranasda Kubar menampilkan berbagai produk khas daerah seperti tenun, kerajinan tangan, dan aksesori. Seluruh produk telah melalui proses kurasi ketat guna memastikan kualitas serta daya saing, termasuk untuk memenuhi standar ekspor.

Selain pameran produk, INACRAFT 2026 juga menjadi wadah kolaborasi melalui berbagai program pendukung, seperti workshop kriya, craft talks bersama desainer ternama Anne Avantie, fashion craft show, hingga pemberian INACRAFT Award, termasuk Womenpreneurs Award dan Digital Excellence Award.

Ketua Umum BPP ASEPHI, Muchsin Ridjan, menyampaikan INACRAFT 2026 menargetkan transaksi ritel mencapai Rp102,5 miliar, dengan nilai kontrak dagang diharapkan menembus USD 1,5 juta.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menegaskan INACRAFT bukan sekadar pameran, melainkan ruang strategis bagi pengembangan industri kreatif nasional.
“Sejak pertama kali diselenggarakan pada 1999, INACRAFT telah menjadi ruang strategis bagi pelaku industri kreatif Indonesia. Kami mengapresiasi konsistensi ASEPHI dalam menjaga kualitas dan reputasi INACRAFT selama lebih dari dua dekade,” ujar Teuku Riefky Harsya, dikutip dari situs resmi INACRAFT 2026.

Melalui partisipasi ini, Dekranasda Kutai Barat diharapkan dapat memperluas jejaring pemasaran, meningkatkan daya saing perajin lokal, serta membuka peluang transaksi dan kerja sama dagang, seiring target INACRAFT 2026 yang membidik 100 ribu pengunjung, termasuk pembeli dari mancanegara.

Rekomendasi Berita