Wagub Dorong Lelang Pembangunan Dermaga Apung Bonang Dipercepat Imbas Rob

  • 13 Mar 2026 05:00 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang -Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong percepatan proses lelang pembangunan Dermaga Apung di Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap kondisi rob yang terus menggenangi kawasan pesisir dan mengganggu aktivitas nelayan.

Hal itu disampaikan saat Gus Yasin meninjau langsung kondisi kampung nelayan di Dukuh Kongsi, Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kamis 12 Maret 2026. Kunjungan itu sekaligus untuk melihat dampak rob yang selama ini membatasi aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Menurutnya, normalisasi aliran sungai serta pembangunan dermaga apung dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) menjadi kebutuhan mendesak bagi nelayan setempat. Ia menyebut anggaran pembangunan sebenarnya sudah tersedia, sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah percepatan proses pelaksanaannya.

"Untuk TPI apung atau dermaga apung sebenarnya sudah ada anggarannya, tinggal kita dorong percepatannya,” kata Taj Yasin.

Gus Yasin menegaskan, percepatan proses pengajuan dari tingkat desa sangat penting agar pembangunan segera masuk tahap lelang. Dengan begitu, pekerjaan fisik dapat segera dimulai melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Saya minta dari desa ada percepatan usulan, supaya kita bisa mendorong biro APBJ (Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa) kita segera lelang dan pengerjaannya bisa segera dilakukan,” ujarnya.

Kepala Desa Purworejo, Rifqi Salafudin, mengatakan meski sudah dilakukan pengurukan pada 2025, genangan rob masih sering terjadi. Saat air pasang, area dermaga masih bisa terendam hingga sekitar satu meter.

“Sekarang masih sekitar 50 persen. Kalau air pasang bisa tenggelam sampai satu meter,” jelasnya.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga pesisir. Para nelayan kesulitan mendistribusikan hasil tangkapan karena kendaraan pengangkut tidak dapat menjangkau dermaga yang terendam air.

Karena itu, masyarakat menaruh harapan besar terhadap rencana pembangunan dermaga apung yang akan segera disosialisasikan. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi solusi agar aktivitas nelayan tetap berjalan meski terjadi rob.

Namun demikian, Rifqi berharap akses darat tetap terjaga sehingga kendaraan pengangkut hasil tangkapan masih bisa menjangkau lokasi.

"Kita mau tahu teknisnya secara detail dulu, harusnya itu kan mempertahankan daratan. Jangan sampai hanya apung saja yang dibangun tetapi daratannya semakin hilang," jelasnya.

Ia berharap pembangunan tersebut benar-benar menjadi solusi nyata bagi masyarakat pesisir. Dengan begitu, keberadaan dermaga apung tidak hanya mengatasi rob, tetapi juga menjaga keberlangsungan ekonomi nelayan di wilayah tersebut.

Rekomendasi Berita