Jembatan Garuda Merah Putih Permudah Mobilitas Warga Perbatasan Rembang–Pati
- 12 Mar 2026 19:50 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Rembang- Keberadaan Jembatan Garuda Merah Putih di Dusun Semen, Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari. Jembatan gantung yang diresmikan pada Senin, 9 Maret 2026 itu kini menjadi akses penting bagi warga di wilayah perbatasan Rembang dan Pati.
Salah seorang warga, Sulistyo, mengaku bersyukur dengan hadirnya jembatan tersebut. Sebelumnya, warga harus melintas melalui jembatan darurat dari kayu dan bambu setelah jembatan lama roboh diterjang banjir.
“Setiap hari yang lewat di sini ramai, ada pedagang, pelajar, juga anak-anak yang pergi mengaji. Sekarang kami lebih tenang karena tidak perlu khawatir lagi saat melintas,” ujarnya saat ditemui di Desa Sekarsari, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menambahkan, sebelum jembatan baru dibangun, warga harus memutar hingga sekitar lima kilometer untuk menuju desa di seberang sungai. Jembatan tersebut menghubungkan Dusun Semen, Desa Sekarsari, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang dengan Desa Manjang, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, yang dipisahkan aliran Sungai Randugunting.
Komandan Kodim 0720/Rembang, Letkol Arm Winner Fradana Dieng, mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program jembatan perintis Garuda Merah Putih yang digagas Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad). “Jembatan ini merupakan yang pertama di Kabupaten Rembang dalam program jembatan perintis Garuda Merah Putih dari Bapak Kasad,” katanya.
Ia menjelaskan jembatan dibangun dengan konstruksi besi dan diperkuat tali sling baja sehingga lebih kokoh. Panjang jembatan sekitar 70 meter dengan lebar 150 sentimeter.
Menurutnya, lebar jembatan awalnya dirancang 120 sentimeter, namun diperluas setelah mempertimbangkan kebutuhan warga. “Karena sering dilewati sepeda motor petani maupun pedagang yang membawa muatan, maka lebarnya kami tambah menjadi 150 sentimeter,” jelasnya.
Pembangunan jembatan berlangsung sekitar satu bulan dengan melibatkan anggota TNI dan masyarakat setempat. Warga turut bergotong royong membantu proses pemasangan tali sling jembatan.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Rembang, Teguh Gunawarman, mengatakan di sepanjang aliran Sungai Randugunting memang terdapat beberapa jembatan yang rusak akibat banjir besar beberapa waktu lalu. “Pembangunan jembatan ini sangat membantu mobilitas masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan Kabupaten Rembang dan Kabupaten Pati,” ujarnya. (Mif)