Kemenag Pamerkan Koleksi Perpustakaan Islam Digital di Mesir
- 02 Feb 2026 15:38 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Agama memamerkan koleksi perpustakaan Islam digital dalam ajang internasional di Mesir. Pameran ini menjadi bagian dari upaya penguatan literasi keagamaan Indonesia di tingkat global.
Keikutsertaan tersebut dilakukan dalam Cairo International Book Fair ke-57 yang berlangsung pada 22 Januari hingga 3 Februari 2026. Kegiatan digelar di Kairo dan diikuti penerbit serta lembaga literasi dari berbagai negara.
Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama, Lubenah, mengatakan literasi keagamaan berperan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pemahaman agama yang moderat dan kontekstual dapat tumbuh melalui akses bacaan keislaman yang beragam.
Dalam pameran tersebut, Kemenag memperkenalkan platform Elektronik Literasi Pustaka Keagamaan Islam atau Elipski. Platform ini memuat koleksi literasi keislaman dalam format digital.
“Literasi keagamaan bukan hanya soal ketersediaan buku, tetapi menyangkut kualitas cara berpikir, memahami, dan mengamalkan agama,” katanya melalui siaran pers, Minggu, 1 Februari 2026. Menurutnya, pemahaman keagamaan yang relevan dengan perkembangan zaman perlu terus diperkuat.
“Inilah yang kami perkenalkan dalam forum literasi internasional seperti CIBF,” ujarnya. Ia menilai, forum tersebut menjadi ruang strategis untuk mengenalkan wajah literasi Islam Indonesia.
Lubenah menambahkan, partisipasi Kemenag juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring internasional. Kehadiran Indonesia membuka peluang kerja sama dengan penerbit, lembaga riset, dan institusi keagamaan dari berbagai negara.
Kepala Subdirektorat Kepustakaan Islam, Nur Rahmawati, menjelaskan koleksi Elipski diperkenalkan dalam bentuk cetak dan digital. Hal ini dilakukan agar koleksi dapat diakses langsung oleh pengunjung pameran.
“Di stan pameran, kami menampilkan buku, kitab, serta materi khotbah Jumat tematik yang selama ini menjadi bagian dari layanan literasi keagamaan Kementerian Agama,” ujar Nur. Koleksi tersebut mencakup khazanah keislaman klasik hingga tema-tema kontemporer.
Salah satu koleksi yang menarik perhatian pengunjung adalah tema Ekoteologi Islam. “Tema ekoteologi mendapat respons karena berkaitan dengan isu lingkungan yang menjadi perhatian global,” katanya.
Menurut Nur, antusiasme pengunjung menunjukkan ketertarikan terhadap wacana keislaman yang membahas relasi manusia dan lingkungan. Ia menilai koleksi Elipski berpotensi menjadi rujukan diskursus keislaman lintas negara.
Cairo International Book Fair merupakan salah satu pameran buku terbesar di kawasan Timur Tengah. Dalam empat hari pertama, lebih dari satu juta pengunjung tercatat menghadiri ajang literasi tahunan tersebut. (Rel/Put)