Greenland dan Iceland, Nama yang Dianggap Tertukar
- 08 Des 2025 09:51 WIB
- Semarang
KBRN, Semarang: Greenland dan Iceland sering dianggap tertukar karena kondisi geografisnya berlawanan. Greenland dipenuhi es tebal, sedangkan Iceland justru memiliki wilayah hijau yang luas.
Penamaan kedua pulau ini berasal dari catatan sejarah bangsa Viking, studi sejarah Nordik mencatat Viking menggunakan nama untuk menarik pemukim baru. Pada akhir abad ke-10, Erik the Red mencapai wilayah selatan Greenland, Bagian selatan ini saat itu lebih hangat karena periode Medieval Warm Period.
Wilayah itu masih mendukung padang rumput dan pemukiman awal, Erik kemudian menamainya “Greenland” untuk menarik kedatangan pemukim. Berdasarkan Catatan dari Íslendingabók dan kajian arkeologi menyebut strategi ini efektif, beberapa kapal Viking akhirnya menetap dan mengembangkan koloni Norse.
Sebaliknya, penamaan Iceland muncul dari kesan pertama yang keliru,Flóki Vilgerðarson tiba saat musim dingin ekstrem di pantai utara. Dirinya melihat banyak bongkahan es di teluk dan menamai wilayah itu “Iceland”, pada kajian paleoklimat menunjukkan wilayah selatan Iceland sebenarnya lebih hijau.
Perbedaan iklim kedua pulau ini juga sangat dipengaruhi arus laut,Iceland mendapat pengaruh Arus Teluk yang lebih hangat sepanjang tahun. Greenland lebih dipengaruhi arus dingin dan pendinginan pasca letusan Gunung Samalas di Lombok tahun 1257, Kondisi itu mempercepat pembentukan lapisan es besar.
Nama kedua pulau akhirnya bertahan sebagai warisan sejarah Viking. Penamaan itu tidak mencerminkan kondisi geografis modern pada saat ini.