Fakta Perhiasan yang Dicuri dari Museum Louvre

  • 23 Okt 2025 11:27 WIB
  •  Semarang

KBRN, Semarang: Museum Louvre di Paris kehilangan delapan perhiasan kerajaan setelahperampokan pada Minggu (19/10/2025) waktu setempat. Pihak berwenang menyebut pencuri menargetkan lokasi bersejarah dari abad ke-19 yang bernilai sangat tinggi, benda-benda tersebut disimpan di Galeri d’Apollon, ruang pameran yang menampilkan permata istana Prancis.

Barang yang dicuri meliputi satu set tiara, kalung, dan sepasang anting yang pernah dikenakan Ratu Hortense, Ratu Marie-Amélie, dan Isabelle d’Orléans. Tiara dihiasi 24 batu safirCeylon dan 1.083 berlian, sementara kalungnya memiliki delapan batu safir, kalung berlian yang pembuatnya tidak diketahui ini dimiliki oleh Museum Louvre sejak tahun 1985.

Selain itu, pencuri juga membawa kabur kalung dan anting zamrud yang merupakan hadiah pernikahan dari Napoleon Bonaparte kepada istrinya, Marie-Louise, kalungnya berhiaskan 32 batu zamrud dan 1.138 berlian. Set ini pernah dijual ke Van Cleef & Arpels pada tahun 1953,dan pada 2004 Louvre membelinya kembali.

Perhiasan lain yang hilang adalah tiara dan bros pita milik Permaisuri Eugénie, istri NapoleonIII, tiara ini dibuat pada tahun 1853 oleh Alexandre-Gabriel Lemonnier, berhiaskan 212 mutiara,1.998 berlian, dan 992 berlian potongan mawar. Sedangkan bros pitanya memiliki 2.438 berliandan 196 batu mawar yang dibuat oleh François Kramer pada 1855.

Satu lagi yang ikut raib adalah bros berlian milik Eugénie yang dikenal dengan nama Reliquary Brooch. Bros itu dihiasi 94 berlian, dibuat oleh Alfred Bapst untuk sang permaisuri pada tahun1855.

Selain kedelapan perhiasan tersebut, pencuri juga sempat mengambil mahkota milik Permaisuri Eugénie. Mahkota tersebut terbuat dari emas dengan hiasan lebih dari 1.300 berlian, namun,pihak museum berhasil mengamankannya setelah ditemukan terjatuh di luar museum.

Pihak Louvre belum merinci nilai kerugian, namun menegaskan koleksi itu tak ternilai karena nilai sejarah dan keunikannya. Museum pun sementara ditutup untuk evaluasi sistem keamanan dan pemulihan ruang pamer. Pengelola menyebut prioritas utama saat ini adalah memastikan koleksi lain tetap aman dan terdokumentasi.

Rekomendasi Berita