PPU Hadapi Tantangan Fiskal di Usia 24 Tahun

  • 11 Mar 2026 16:13 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Penajam Paser Utara – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam pembangunan daerah yang belum sepenuhnya terselesaikan. Hal itu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk mengejar target visi dan misi pembangunan.

Pernyataan tersebut disampaikan usai memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-24 Kabupaten Penajam Paser Utara di halaman Kantor Bupati PPU, Jalan Provinsi Km 09 Nipah-Nipah, Rabu 11 Maret 2026. Momentum peringatan hari jadi daerah ini menjadi refleksi terhadap perjalanan pembangunan yang telah dilalui.

Dalam keterangannya, ia mengatakan perjalanan pembangunan di PPU hingga saat ini masih dihadapkan pada berbagai tantangan. Salah satu faktor yang cukup berpengaruh adalah keterbatasan kemampuan keuangan daerah.

“Di usia PPU yang ke-24 ini tentu masih ada sejumlah persoalan yang harus kita selesaikan, terutama yang berkaitan dengan visi dan misi pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi fiskal daerah yang terbatas turut memengaruhi ruang gerak pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan. Selain itu, kebijakan efisiensi anggaran juga berdampak pada pelaksanaan sejumlah kegiatan yang sebelumnya telah direncanakan.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya memprioritaskan program-program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Hal tersebut menjadi fokus utama agar manfaat pembangunan tetap dirasakan masyarakat.

Di sektor pendidikan, pemerintah daerah tetap melanjutkan program Kartu Penajam Cerdas (KPC) sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan bagi para pelajar di daerah tersebut. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban biaya pendidikan masyarakat.

Sementara di bidang kesehatan, pemerintah daerah juga terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dengan melengkapi berbagai fasilitas kesehatan yang tersedia di daerah.

“Program KPC tetap kita jalankan. Di sektor kesehatan juga terus kita upayakan peningkatan fasilitas agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” ucapnya.

Selain pendidikan dan kesehatan, pemerintah daerah juga memberikan perhatian pada kebutuhan dasar lainnya, termasuk penyediaan air bersih bagi masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memberikan keringanan biaya air bagi beberapa kelompok pelanggan hingga batas penggunaan tertentu.

Ia berharap berbagai program pembangunan yang mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah pusat dapat segera direalisasikan di daerah, sehingga mampu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya program-program yang didukung pendanaan dari pemerintah pusat ke depan bisa segera direalisasikan di daerah,” katanya.

Rekomendasi Berita