Cetak Sawah Dipercepat, Mentan Evaluasi Anggaran Daerah
- 02 Mar 2026 10:46 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, menegaskan percepatan cetak sawah dan program strategis pertanian tidak boleh melambat. Ia bahkan mengultimatum pemerintah daerah yang dinilai tidak serius menjalankan program agar siap dievaluasi, termasuk kemungkinan pengalihan anggaran.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, yang diikuti jajaran eselon I dan II serta kepala dinas pertanian provinsi dan kabupaten/kota se-Indonesia.
Menurut Amran, keberhasilan swasembada pangan yang telah diraih harus dijaga dengan kerja nyata dan percepatan di lapangan. Ia meminta seluruh daerah melaporkan progres signifikan cetak sawah hingga akhir Maret 2026.
“Yang tidak serius akan kami evaluasi. Anggarannya bisa dialihkan ke daerah yang lebih siap dan progresnya baik,” katanya, dilansir dari rilis Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, dikutip Senin, 2 Maret 2026.
Tahun lalu, realisasi cetak sawah mencapai sekitar 200 ribu hektare. Pada 2026, target ditingkatkan menjadi 250 ribu hektare. Program ini diperkuat dengan optimalisasi lahan yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir untuk memastikan swasembada pangan berkelanjutan.
Selain itu, Mentan memaparkan tren positif produksi dan serapan beras nasional. Berdasarkan data pemantauan harian, pengadaan beras pada Januari meningkat 78 persen dibanding periode sebelumnya. Jika tren ini bertahan selama tiga bulan, stok nasional diperkirakan dapat menembus 6 juta ton—angka yang disebutnya belum pernah terjadi sebelumnya.
Meski demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lengah. Evaluasi besar akan dilakukan setelah Lebaran Idulfitri, termasuk kemungkinan pergeseran anggaran pada April 2026.
“Kita ingin anggaran puluhan triliun rupiah ini benar-benar menjadi produksi nyata. Daerah yang rajin akan kami tambah dukungannya, yang lambat akan kami evaluasi,” ujarnya.
Selain padi, pemerintah juga mempercepat swasembada kedelai dan bawang putih, serta mendorong hilirisasi komoditas perkebunan seperti kakao, kopi, kelapa, dan lada.
Dengan langkah percepatan terukur dan disiplin realisasi anggaran, pemerintah optimistis momentum swasembada pangan dapat terus diperkuat demi ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani.