Prabowo: Perundingan Dagang RI-AS Saling Menguntungkan
- 23 Feb 2026 13:39 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Washington DC – Presiden Prabowo Subianto menyatakan perundingan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dan dilandasi sikap saling menghormati. Hal itu disampaikan Presiden kepada awak media di Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu, 21 Februari 2026.
Dilansir dari Setneg.go.id, Presiden mengatakan proses perundingan perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat berlangsung cukup lama, namun menghasilkan titik temu yang menguntungkan kedua belah pihak.
“Perjanjian perdagangan di antara Indonesia dan Amerika cukup lama prosesnya. Artinya, kita bertemu pada kesepakatan yang saling menguntungkan dan saling menghormati. Saya kira ini bagus,” ujar Presiden.
Pemerintah Indonesia, lanjut Presiden, menghormati proses politik dalam negeri Amerika Serikat dan siap menghadapi berbagai kemungkinan yang berkembang. Termasuk dinamika terbaru terkait putusan Supreme Court of the United States mengenai kebijakan tarif.
“Proses perjanjian tarif perdagangan kedua negara berlangsung cukup panjang, tetapi menghasilkan nilai positif dan keuntungan bagi kepentingan Indonesia,” katanya.
Presiden juga menegaskan komitmennya untuk mengikuti perkembangan politik di Amerika Serikat serta menghormati setiap proses yang berlangsung di negara tersebut.
Dalam pertemuan dengan sejumlah pemimpin perusahaan investasi global, Presiden Prabowo mengungkapkan para pelaku usaha menunjukkan minat dan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap Indonesia. Mereka menilai iklim investasi di Indonesia terus membaik dan prospek ekonomi nasional tetap positif.
“Para pelaku usaha sangat tertarik kepada Indonesia. Mereka percaya diri, melihat iklimnya terus membaik, dan positif terhadap ekonomi kita,” ujar Presiden.
Presiden memastikan diplomasi dan negosiasi perdagangan akan terus dilakukan dengan mengedepankan kepentingan nasional, sekaligus menjaga stabilitas dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global. (BPMI Setpres)