Mudik Aman Menkomdigi Siapkan 386 Posko Digital
- 19 Feb 2026 14:00 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah melakukan pengamanan digital nasional agar memberikan kepastian mudik Ramadan dan Idulfitri 2026 berjalan aman dan lancar. Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan 386 posko digital dan sistem monitoring terpadu untuk menjaga kualitas jaringan, keselamatan transportasi, dan transaksi masyarakat.
Dilansir dari Komdigi.go.id. Meutya Hafid menjelaskan jaringan telekomunikasi adalah tulang punggung mobilitas publik pada saat arus mudik.
“Pada saat arus mudik Ramadan dan Idul Fitri penggunaan telekomunikasi lebih signifikan. Sehingga diperlukan kesiapan infrastruktur digital yang terintegrasi dengan pelayanan transportasi dan keselamatan publik secara keseluruhan,” ujar Meutya Hafid dalam Rapat Koordinasi Lintas Kementerian di Kantor Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Kamis 12 Februari 2026.
Untuk waktu siaga 15–29 Maret 2026, Kemkomdigi membuatkan 386 posko siaga yang ada di seluruh Indonesia. Posko tersebut terdiri atas 5 posko utama, dukungan operator seluler dan gerai layanan, serta 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di 35 provinsi yang akan bersiaga 24 jam memantau kualitas layanan dan potensi gangguan jaringan.
Kemkomdigi juga mengoperasikan dashboard monitoring terpadu yang dapat memantau fisik kepadatan arus dan kualitas sinyal seluler setiap waktu. Data tersebut akan dikoordinasikan lintas kementerian dan lembaga guna mendeteksi potensi bottleneck, baik di jalur transportasi maupun pada trafik komunikasi digital.
Kemkomdigi juga mengawasi spektrum frekuensi untuk terjaminya keselamatan transportasi udara dan perkeretaapian, termasuk kereta cepat Whoosh. Meutya menjelaskan, pada libur Nataru lalu sempat terjadi interferensi frekuensi yang berpotensi mengganggu operasional, namun berhasil ditangani dalam hitungan menit melalui koordinasi cepat di lapangan.
Kemkomdigi merlindungi publik dengan meningkatkan patroli siber dan spektrum agar mencegah maraknya penipuan melalui fake BTS yang sering terjadi di titik kemacetan. aksi ini memakai perangkat pemancar ilegal yang menyamar sebagai sinyal resmi untuk mengirim pesan penipuan ke ponsel masyarakat.
“Fake BTS biasanya beroperasi secara mobile, menggunakan kendaraan box dengan perangkat pemancar dan baterai besar. Mereka menyasar wilayah padat seperti titik kemacetan. Masyarakat perlu waspada terhadap pesan mencurigakan yang mengatasnamakan lembaga resmi,” ujar Meutya.
Kemkomdigi memberikan layanan darurat 112 tetap aktif dan dapat diakses oleh masyarakat untuk mendapatkan bantuan. Dan apabila terjadi mitigasi risiko kemacetan jaringan dilakukan melalui optimalisasi kapasitas dan rekayasa trafik di wilayah dengan potensi lonjakan penggunaan data tertinggi.