Presiden Prabowo Tegaskan Perundingan Global Harus Menguntungkan

  • 18 Feb 2026 14:29 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Bogor - Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan menteri – menterinya menyangkut bidang ekonomi di rumah pribadinya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu 15 Februari 2026. Suasana yang berlangsung pada sore hari tersebut berfokus pada penguatan strategi Indonesia untuk menghadapi dinamika dan perundingan ekonomi global.

Dilansir dari Setneg.go.id. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya pada keterangan yang disampaikan bahwa Presiden Prabowo menegaskan mengenai tujuan dan prinsip yang harus dilaksanakan pemerintah dalam setiap perundingan ekonomi internasional. Kepala Negara menjelaskan pentingnya memastikan bahwa setiap langkah diplomasi ekonomi benar-benar berpihak pada kepentingan nasional.

“Memastikan posisi yang diambil Indonesia dalam setiap perundingan ekonomi dengan siapapun, khususnya dalam waktu dekat dengan Amerika Serikat adalah yang terbaik dan paling menguntungkan untuk Indonesia,” ujar Seskab.

Presiden Prabowo juga menjelaskan dalam perundingan ekonomi bukan semata-mata bersifat transaksional jangka pendek, namun harus menghasilkan dampak positif pada penguatan struktur ekonomi nasional. Untuk hal ini, peningkatan produktivitas industri dalam negeri dan penguatan rantai pasok global menjadi prioritas utama.

“Presiden mengharuskan perundingan agar sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta menguatkan global supply chain atau rantai pasok industri,” ujar Seskab.

Presiden Prabowo menjelaskan untuk setiap kebijakan ekonomi yang dijalankan pemerintah harus berorientasi pada hasil konkret yang dapat dirasakan oleh bangsa dan negara.

“Presiden Prabowo menginginkan setiap kebijakan yang diambil harus sesegera dan sebanyak mungkin memberi keuntungan konkret untuk Indonesia,” ujar Seskab.

acara di Hambalang untuk menegaskan komitmen Presiden Prabowo bahwa diplomasi ekonomi Indonesia harus berdaulat, strategis, dan menguntungkan bagi kepentingan nasional. (BPMI Setpres)

Rekomendasi Berita