Ali Akbar, Sosok yang Terima Gelar Ksatria Tertinggi dari Presiden Macron

  • 23 Feb 2026 08:17 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Paris - Presiden Prancis Emmanuel Macron menganugerahkan gelar kehormatan Chevalier de l'Ordre National du Mérite kepada Ali Akbar di Istana Élysée. Penghargaan ksatria ini diberikan atas dedikasi luar biasa Ali Akbar dalam mendukung kebebasan pers melalui distribusi informasi selama setengah abad.

Alinea pertama ini mencatat momen bersejarah bagi Ali Akbar, pria berusia 73 tahun kelahiran Pakistan yang telah menjadi warga negara Prancis. Berdasarkan laporan Agence France-Presse (AFP), Ali Akbar telah menekuni profesi sebagai penjual koran di kawasan Saint-Germain-des-Prés, Paris, selama kurang lebih 50 tahun.

Penganugerahan gelar Chevalier de l'Ordre National du Mérite tersebut dilakukan secara resmi oleh Presiden Macron melalui dekrit kepresidenan pada 28 Januari 2026. Sekretariat Jenderal Ordo Nasional Prancis menyatakan bahwa Ali Akbar telah memberikan kontribusi luar biasa terhadap kehidupan sosial di pusat intelektual Paris.

Dalam pidato upacara di Istana Élysée, Presiden Macron menyebut Ali Akbar sebagai sosok ikonik dan saksi sejarah Paris yang tak tergoyahkan. Macron juga menegaskan bahwa sang penjual koran merupakan wajah humanis dari jurnalisme fisik yang tetap relevan di tengah pesatnya era digital saat ini.

Ali Akbar sendiri mengungkapkan rasa bangganya saat diwawancarai oleh kanal berita France 24 setelah upacara penganugerahan tersebut. "Saya tidak hanya menjual kertas, saya menjual percakapan dan hubungan antarmanusia," kata Ali Akbar yang menegaskan komitmennya untuk tidak pensiun dari pekerjaan tersebut.

Laporan resmi dari Kantor Berita AFP menyebutkan bahwa reputasi Akbar sebagai penjual koran legendaris telah dikenal luas oleh kalangan intelektual di Prancis. Dedikasi seumur hidupnya dianggap sebagai bentuk nyata dukungan terhadap keberlangsungan media cetak dan penyebaran informasi secara fisik kepada publik.

Pihak Kementerian Dalam Negeri Prancis turut memberikan klarifikasi terkait status kewarganegaraan Ali Akbar melalui dokumen resmi mereka. Dokumen tersebut mengonfirmasi bahwa Ali Akbar telah menjadi warga negara Prancis melalui proses naturalisasi karena jasa panjangnya bagi komunitas lokal di Paris.

Kehadiran Ali Akbar sebagai penerima gelar ksatria nasional menjadi simbol penting bagi dunia pers dan jurnalisme di Prancis. Penghargaan ini membuktikan bahwa peran pendistribusi informasi di tingkat akar rumput memiliki nilai strategis dalam menjaga nilai-nilai demokrasi dan sosial masyarakat.

Kisah Ali Akbar yang mendapatkan penghormatan tertinggi dari negara Prancis ini kini menjadi sorotan media internasional seperti France 24 dan AFP. Semangatnya dalam menjalankan profesi selama puluhan tahun menjadi inspirasi mengenai kesetiaan terhadap profesi dan dedikasi terhadap literasi informasi bagi warga Paris

Rekomendasi Berita