Politik Global Bukan Hanya Soal Perang Negara
- 03 Feb 2026 09:57 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Politik global kerap dipersepsikan semata-mata sebagai urusan perang dan konflik antarnegara. Padahal, isu yang dibahas dalam politik global jauh lebih luas dan menyentuh berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk lingkungan dan iklim. Hal ini disampaikan oleh Siti Zainurrahmi Br Bangun, Dosen Program Studi Hubungan Internasional.
Menurut Siti, perubahan iklim merupakan salah satu isu penting dalam politik global saat ini. “Dalam politik global kita tidak hanya membahas es di Kutub Utara yang mencair, tetapi juga cuaca ekstrem,” ujarnya. Fenomena lingkungan tersebut menjadi perhatian dunia karena dampaknya bersifat lintas negara.
Ia menambahkan, peristiwa di satu negara dapat memengaruhi negara lain, termasuk Indonesia. “Misalnya ada sesuatu yang terjadi di negara X, maka akan berdampak juga bagi negara kita,” katanya. Keterhubungan global membuat tidak ada negara yang benar-benar berdiri sendiri.
Dalam konteks kekuatan global, Amerika Serikat masih memiliki posisi strategis. Siti menjelaskan bahwa Amerika tidak hanya unggul secara ekonomi, tetapi juga memiliki kekuasaan politik internasional. “Amerika adalah salah satu negara di PBB yang memiliki hak veto di United Nations,” katanya. Kombinasi ini menjadikan Amerika sebagai negara adidaya.
Namun, setiap negara memiliki kepentingan nasional yang berbeda-beda. Kepentingan tersebut bisa berkaitan dengan keamanan, ekonomi, maupun kebutuhan domestik. Menurut Siti, perbedaan kepentingan inilah yang sering membuat konflik internasional sulit diselesaikan dengan cepat.
“Susah untuk selesai karena kepentingan setiap negara berbeda, dan untuk menyelesaikan sengketa dibutuhkan banyak proses serta waktu,” ucapnya. Kompleksitas tersebut menjadikan politik global sebagai arena negosiasi yang panjang dan dinamis.
Meski demikian, hubungan internasional tidak selalu harus berujung pada perang. Siti menekankan adanya alternatif penyelesaian konflik melalui cara damai. “Hubungan internasional tidak hanya soal perang, ada jalan lain seperti diplomasi dan negosiasi,” katanya.
Ia menilai pendekatan lunak menjadi pilihan banyak negara saat ini karena perang menimbulkan banyak korban. Upaya membangun kerja sama, perdagangan, dan dialog dianggap lebih manusiawi. “Makanya sekarang banyak pemerintah berusaha sebisa mungkin menghindari perang,” kata Siti. Pendekatan ini menunjukkan bahwa politik global juga tentang menjaga keberlanjutan hidup bersama.