Memahami Politik Global untuk Membaca Dampak Nasional

  • 03 Feb 2026 09:55 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Peristiwa politik luar negeri kerap dianggap jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Padahal, dinamika global memiliki pengaruh langsung terhadap kondisi dalam negeri, terutama di bidang ekonomi dan kebijakan publik. Hal inilah yang menjadi alasan pentingnya memahami politik luar negeri sejak dini.

Dosen Program Studi Hubungan Internasional, Rizki Septin Amalia, menegaskan, apa yang terjadi di luar negeri tidak pernah berdiri sendiri. “Sebenarnya apa yang terjadi di luar negeri sangat berpengaruh untuk dalam negeri,” ujarnya. Menurutnya, keterkaitan global membuat sebuah negara tidak bisa lepas dari dampak konflik internasional.

Ia mencontohkan perang Rusia–Ukraina yang berimbas pada pasokan energi dunia. Ketika konflik terjadi, distribusi minyak terganggu dan pasokan menjadi terbatas. “Kalau ada perang di Ukraina, otomatis pasokan minyak terbatas, dan ketika itu terjadi harga BBM ikut naik,” kata Rizki. Dampak tersebut langsung dirasakan oleh masyarakat dalam negeri.

Selain konflik, dominasi negara adidaya juga memengaruhi stabilitas global. Amerika Serikat dikenal sebagai kekuatan super power dengan kombinasi keunggulan di berbagai sektor. “Amerika itu kuat karena punya teknologi, militer, bahkan budaya yang juga sangat berpengaruh,” kata Rizki. Kekuatan ini membuat kebijakan Amerika sering berdampak luas bagi negara lain.

Pengaruh Amerika juga terlihat dalam sistem keuangan internasional melalui penggunaan dolar AS. Rizki menjelaskan bahwa dolar menjadi standar devisa dunia sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua. “Ketika dolar jatuh, negara lain juga terkena imbasnya dari segi ekonomi karena dolar menjadi standar kurs dunia,” ujarnya. Kondisi ini menunjukkan ketergantungan ekonomi global terhadap satu mata uang.

Di sisi lain, konflik antarnegara tidak hanya dipicu faktor ekonomi, tetapi juga sejarah dan geopolitik. Rizki menilai perang Rusia dan Ukraina tidak terlepas dari latar belakang Uni Soviet. Ketika Ukraina memilih mendekat ke Uni Eropa, Rusia merasa kehilangan pengaruh strategis di wilayah tersebut.

Persaingan global juga terlihat dalam hubungan Amerika Serikat dan Tiongkok. Menurut Rizki, kebangkitan ekonomi Tiongkok menjadi tantangan serius bagi dominasi Amerika. “Cina sekarang ekonominya meningkat pesat dan aktif berinvestasi di Afrika dan Asia Tenggara,” katanya.

Melalui program Belt and Road Initiative (BRI), Tiongkok memperluas pengaruhnya lewat investasi. Rizki menilai negara penerima investasi cenderung memiliki kedekatan politik dengan Tiongkok. Hal ini membuktikan bahwa politik luar negeri bukan sekadar urusan elit global, melainkan faktor penting yang memengaruhi arah kebijakan dan kehidupan masyarakat di dalam negeri.

Rekomendasi Berita