Mengenal Ibadah Suluk dan Amalan Jamaah di Dayah Darul Wa’di Sabang

  • 11 Mar 2026 07:26 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Ibadah suluk menjadi salah satu amalan yang dilakukan sebagian umat Islam untuk membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kegiatan ini dilaksanakan di Dayah Istiqamatuddin Darul Wa'di Kota Sabang dan diikuti oleh puluhan jamaah setiap bulan Ramadan.

Ketua Umum Dayah Istiqamatuddin Darul Wa’di, Syaiful Sabri mengatakan, suluk merupakan salah satu jalan dalam tarekat untuk membersihkan hati dan jiwa. Melalui ibadah ini, jamaah dibimbing untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dengan tuntunan seorang mursyid.

“Ibadah suluk adalah jalan untuk membersihkan hati dan jiwa agar kita bisa benar-benar mendekatkan diri kepada Allah. Dalam prosesnya jamaah dibimbing oleh mursyid agar perjalanan spiritual ini lebih terarah,” ujarnya, Rabu 11 Maret 2026.

Ia menjelaskan, selama mengikuti suluk para jamaah menjalani berbagai rangkaian ibadah yang dilakukan secara teratur setiap hari. Kegiatan tersebut meliputi salat lima waktu berjamaah, salat sunnah, zikir serta berbagai wirid yang telah ditentukan.

Selain itu, jamaah juga menjalani tawajuh yang dilakukan beberapa kali dalam sehari. Tawajuh merupakan bentuk perenungan diri dengan mengingat dosa-dosa serta memohon ampun kepada Allah SWT.

Menurutnya, dalam suluk jamaah juga diberikan amalan zikir secara bertahap sesuai dengan bimbingan yang diberikan oleh mursyid. Amalan tersebut bertujuan untuk memperkuat spiritualitas serta melatih pengendalian diri selama menjalani suluk.

Selama menjalani suluk, jamaah juga diwajibkan mematuhi sejumlah aturan dan pantangan. Salah satunya tidak diperbolehkan mengonsumsi makanan yang berdarah seperti daging, ikan maupun telur.

Pantangan tersebut bertujuan agar jamaah dapat menahan hawa nafsu serta lebih fokus dalam menjalankan ibadah. Selain itu jamaah juga dianjurkan untuk menjaga pandangan dan memperbanyak zikir serta tafakur.

Sementara itu, salah seorang jamaah suluk, Afdhal mengaku merasakan ketenangan batin selama mengikuti ibadah tersebut. Ia menilai suluk menjadi sarana untuk memperkuat spiritualitas melalui zikir dan ibadah yang dilakukan secara rutin.

“Alhamdulillah yang paling terasa adalah ketenangan jiwa dan batin. Rasa itu sulit dijelaskan dengan kata-kata, tetapi sangat terasa ketika kita banyak berzikir dan mendekatkan diri kepada Allah,” katanya.

Ia menambahkan, ibadah suluk juga menjadi latihan spiritual agar kebiasaan ibadah yang dijalani selama suluk dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian jamaah diharapkan tetap menjaga kedekatan dengan Allah meskipun telah kembali beraktivitas di tengah masyarakat.

Rekomendasi Berita