PAM Jaya Minta Maaf Pengerjaan Pipanisasi Ganggu Pengguna Jalan
- 16 Mar 2026 06:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - PAM Jaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas dampak pengerjaan proyek pipanisasi. Di mana, hal tersebut berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jalan di sejumlah wilayah DKI Jakarta.
Direktur Pelayanan PAM Jaya, Syahrul Hasan, mengatakan saat ini pembangunan jaringan pipa air bersih di Jakarta telah mencapai 81,45 persen. Artinya, masih tersisa kurang dari 18 persen lagi untuk mencapai target cakupan penuh.
“Untuk mencapai 100 persen tentu membutuhkan kerja yang luar biasa,” ujar Syahrul di Jakarta, Minggu 15 Naret 2026. Ia mengakui proses pembangunan jaringan pipa di beberapa titik dapat menimbulkan dampak seperti kemacetan lalu lintas.
Karena itu, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat yang terdampak selama proses pengerjaan berlangsung. Ia menyebut, hal tersebut memang tak bisa dihindari.
“Kami atas nama PAM Jaya meminta maaf kepada masyarakat jika ada konsekuensi selama pengerjaan," katanya. Syahrul menambahkan, PAM Jaya saat ini juga tengah mencari metode kerja yang lebih efektif.
Tujuannya, agar dampak proyek terhadap arus lalu lintas dapat diminimalkan. Menurutnya, percepatan pipanisasi penting dilakukan agar warga Jakarta dapat mengakses air bersih secara lebih luas.
Selain itu, upaya ini juga berkaitan dengan berbagai persoalan di ibu kota, seperti penurunan muka tanah dan keterbatasan akses air bersih di wilayah pesisir. “Nilai dari sebuah kota global adalah masyarakatnya dapat mengakses air bersih langsung dari jaringan pipa," katanya.
Ia menjelaskan, kekurangan sekitar 18 persen jaringan pipanisasi saat ini terutama berada di beberapa wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Untuk itu, PAM Jaya terus mengoptimalkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar beralih menggunakan layanan air perpipaan.
Selain pembangunan jaringan, PAM Jaya juga menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan pelayanan. Di antaranya, pemasangan jaringan baru gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah, layanan call center 24 jam, hingga program jemput bola kepada calon pelanggan.