Warga Periuk Tangerang Mulai Bersihkan Rumah Pascabanjir

  • 13 Mar 2026 07:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Tangerang - Warga Perumahan Villa Mutiara Pluit, Kecamatan Periuk Jaya, Kota Tangerang, mulai membersihkan rumah pascabanjir lima meter. Namun, pada Komplek Perumahan Periuk Damai sebagian masih terendam setinggi 60 sentimeter.

Sejumlah warga terlihat menyapu lumpur, mengeringkan perabot, serta menata kembali barang-barang yang sebelumnya terendam air. Banjir di kawasan tersebut sebelumnya terjadi sejak awal pekan akibat hujan deras dan meluapnya aliran sungai di sekitar permukiman.

Pada puncaknya, air dilaporkan mencapai ketinggian sekitar lima meter dibeberapa titik perumahan sehingga banyak warga harus mengungsi atau bertahan di lantai atas rumah mereka.

Salah satu warga, Puspa mengatakan air mulai berangsur surut sejak kemarin sehingga warga mulai kembali ke rumah masing-masing. Merekapun mulai membersihkan sisa lumpur dan sampah yang terbawa banjir.

“Dari kemarin airnya sudah mulai turun. Tadi pagi juga makin surut, jadi kami langsung bersihin rumah karena ada lumpur dan sampah,” ujarnya, Jumat 13 Maret 2026.

Ia juga menyatakan ketinggian air di beberapa bagian perumahan berbeda-beda, terutama di gang-gang yang permukaannya lebih rendah dibanding jalan utama. “Kalau di pinggir jalan sih tinggal selutut orang dewasa, tapi di dalam gang yang tanahnya lebih rendah kemarin sempat sampai sekitar lima meter,” kata dia.

Di tempat yang sama, warga lain bernama Nurhayati, mengatakan banjir kali ini membuat aktivitas warga lumpuh selama beberapa hari. Lantaran, air masuk hampir ke seluruh rumah di lingkungan tersebut.

“Waktu air tinggi kami tidak bisa apa-apa. Banyak barang yang terendam, listrik juga sempat dimatikan jadi kami hanya menunggu airnya surut,” ucapnya.

Dia juga berharap pemerintah dapat melakukan langkah penanganan agar banjir serupa tidak kembali terjadi di kawasan permukiman tersebut. “Harapannya ada penanganan dari pemerintah, mungkin normalisasi perbaikan saluran air, supaya kalau hujan deras tidak langsung meluap lagi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Andia S. Rahman mengatakan banjir kini hanya tersisa di satu titik. Yakni di kawasan Periuk Damai.

“Untuk hari keenam banjir ini hampir diseluruh wilayah Kecamatan Periuk surut, Alhamdulillah. Tinggal satu titik di Periuk Damai dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter,” ujar Andia

Ia menjelaskan petugas gabungan masih terus bekerja dilapangan guna mempercepat proses penyurutan air di lokasi yang tersisa. Sejumlah pompa air dikerahkan untuk mengurangi genangan yang masih menghambat aktivitas warga.

Menurut Andia, saat ini terdapat empat unit pompa portable tambahan yang dioperasikan untuk mempercepat pengeringan wilayah tersebut. Pompa itu berasal dari berbagai instansi yang terlibat dalam penanganan banjir.

“Saat ini kita masih optimalkan agar segera beres semua. Ada dukungan empat unit pompa portable, yaitu dua pompa dari BBWS Ciliwung Cisadane, satu pompa dari Dinas Pemadam Kebakaran dan satu pompa dari Dinas PUPR Kota Tangerang,” katanya.

Selain pompa tambahan, sejumlah pompa yang telah tersedia dilokasi juga kembali dioperasikan secara maksimal. Petugas menargetkan genangan air di titik terakhir tersebut dapat surut sepenuhnya dalam waktu dekat.

“Pompa-pompa yang sudah ada juga sudah bisa dinyalakan kembali. Targetnya hari ini proses penyurutan bisa selesai seluruhnya,” kata Andia.

Rekomendasi Berita