Dishub DKI: Empat Juta Warga Jakarta Diprediksi Tidak Mudik Lebaran
- 12 Mar 2026 20:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memperkirakan sekitar 4.024.251 tidak melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026. Mereka akan tetap berada di Jakarta selama perayaan Idulfitri 1447 H.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Dalops LLAJ) Dishub DKI Jakarta, Yayat Sudrajat, terkait kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Kamis 12 Maret 2026. Kondisi ini diprediksi berpotensi meningkatkan kepadatan di sejumlah lokasi wisata dan pusat perbelanjaan di Ibu Kota.
Ia mengatakan jumlah warga yang melakukan perjalanan keluar kota diperkirakan mencapai 6.653.749 orang. “Sementara yang tidak melakukan perjalanan atau tetap berada di dalam kota sekitar 4.024.251 orang,” kata Yayat
Menurutnya, jutaan warga yang tidak mudik tersebut berpotensi memadati berbagai destinasi wisata. Serta pusat hiburan di Jakarta selama libur Lebaran.
Beberapa lokasi yang diprediksi ramai dikunjungi antara lain Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Kemudian, kawasan wisata Kota Tua Jakarta, Kepulauan Seribu, kawasan Monumen Nasional (Monas), serta Pantai Indah Kapuk (PIK).
Selain destinasi wisata, pusat perbelanjaan juga diperkirakan dipadati pengunjung. Khususnya di kawasan Tanah Abang, Kebon Kacang, dan Glodok.
“Selain mempersiapkan masyarakat yang mudik, ada sekitar empat juta orang yang tidak mudik. Potensinya tentu akan memadati lokasi wisata dan pusat perbelanjaan,” ujar Yayat.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut, Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan penerapan rekayasa lalu lintas. Langkah yang disiapkan antara lain sistem contra flow, pembatasan kendaraan dengan metode ganjil-genap, hingga pembatasan mobilitas di kawasan wisata.
Di sisi lain, Pemprov DKI juga menyiagakan sebanyak 2.082 personel. Mereka terdiri dari petugas Dinas Perhubungan dan unsur pendukung lainnya selama periode Angkutan Lebaran 2026.
Selain personel, sejumlah sarana pendukung turut disiapkan, di antaranya 90 unit mobil patroli, 90 unit mobil derek, 240 rambu portabel. Serta 1.350 unit traffic cone atau water barrier untuk mendukung pengaturan lalu lintas.
Sementara itu, PT Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 23 Maret 2026 atau H+3 Lebaran.
Dishub DKI juga memproyeksikan volume kendaraan yang keluar Jakarta pada periode H-10 hingga H-1 Lebaran mencapai sekitar 3.671.078 kendaraan. Adapun kendaraan yang masuk Jakarta pada periode H-10 hingga H+10 Lebaran diperkirakan mencapai sekitar 3.540.379 kendaraan.