Korban Banjir Aceh Tamiang Mulai Tempati Huntara Danantara
- 09 Jan 2026 17:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
KBRN, Jakarta: Korban bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, mulai menempati hunian sementara (huntara) yang dibangun oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Setelah lebih dari sebulan bertahan di tenda pengungsian, sejumlah warga kini kembali memulai kehidupan baru di tempat yang lebih layak.
Salah seorang warga terdampak, Rika Jahara, mengaku bersyukur dapat menempati hunian tersebut. Ia berharap tidak kembali dipindahkan karena rumahnya sebelumnya telah rusak akibat banjir.
“Senang sekali saya, senang, rasanya jangan dipindah lagi, terima kasih pemerintah sudah dikasih tempat tinggal kami. Soalnya rumah kita tidak ada lagi, terima kasih pemerintah,” kata Rika, dikutip dari keterangan Badan Komunikasi Kepresidenan, Jumat (9/1/2026).
Hunian sementara tersebut dirancang secara fungsional dengan satu pintu dan satu jendela untuk menunjang sirkulasi udara. Setiap unit dilengkapi dua tempat tidur, lemari, kipas angin, serta meja makan untuk memenuhi kebutuhan dasar penghuni.
Kawasan huntara juga dilengkapi akses jalan antarblok yang dilapisi rumput buatan, serta pot tanaman penghijauan di setiap pintu rumah. Selain itu, setiap unit memiliki meteran listrik mandiri dan akses wifi gratis agar warga tetap terhubung dengan dunia luar.
Fasilitas pendukung lainnya turut disediakan, termasuk klinik kesehatan yang beroperasi 24 jam. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tamiang, Dokter Mustakif, memastikan layanan kesehatan bagi warga berjalan optimal tanpa hari libur.
“Di belakang kami, ini ada klinik kesehatan. Tiap hari dan tanpa ada hari libur, baik anak kecil, bayi, sampai dengan lansia, dengan yang penyintas ataupun yang berisiko, termasuk ibu hamil nanti,” ujarnya.
Diketahui, BPI Danantara telah menyerahkan sebanyak 600 unit hunian sementara di Aceh Tamiang kepada pemerintah daerah setempat. Presiden Prabowo Subianto juga sempat meninjau langsung kawasan huntara tersebut.
“Saya terima kasih sama Danantara yang telah melakukan pekerjaan yang saya lihat baik. Ini membangun 600 hunian dalam waktu singkat itu suatu prestasi,” kata Presiden dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (1/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga meminta Danantara untuk terus berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Serta pemerintah daerah agar tidak terjadi tumpang tindih dalam penentuan lokasi pembangunan hunian bagi korban bencana.