Waspada Penculikan Anak di Lingkungan Sekolah dan Publik
- 14 Feb 2026 19:45 WIB
- Ranai
RRI.CO.ID, Natuna - Kasus dugaan penculikan anak yang tersebar di media sosial dalam beberapa pekan terakhir memicu kekhawatiran masyarakat mengenai keamanan anak di lingkungan sekolah maupun tempat umum. Aparat penegak hukum meminta masyarakat tetap waspada namun tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Dalam buku Child Safety and Protection karya Nicholas Bala, disebutkan bahwa penculikan anak merupakan hal serius namun sering dibesar-besarkan dalam rumor internet. Peran orang tua dan komunitas sangat penting dalam mencegah hal ini terjadi.
Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Sri Lestari, menjelaskan bahwa pencegahan penculikan dilakukan melalui edukasi kepada anak tentang cara mengenali orang asing, serta melatih mereka mengatakan “Tidak” pada ajakan yang mencurigakan. “Anak harus diajarkan untuk selalu berada dekat dengan orang terpercaya,” ujarnya.
Polisi juga menegaskan masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat kegiatan mencurigakan di sekitar sekolah atau lingkungan tempat tinggal. “Tidak semua laporan di media sosial terbukti benar, tetapi kewaspadaan tetap diperlukan,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Rudi Wijaya.
Sebagai langkah pencegahan, sekolah diminta meningkatkan pengawasan pada jam masuk dan pulang sekolah serta menerapkan sistem jemput anak yang aman untuk mengurangi risiko interaksi anak dengan pihak yang tidak dikenal.
Komunitas warga juga diimbau untuk membentuk sistem ronda atau patroli lingkungan di sekitar tempat tinggal dan jalur sekolah sebagai upaya memperketat keamanan anak.
Para ahli keselamatan anak menekankan bahwa kolaborasi antara orang tua, sekolah, aparat keamanan, dan masyarakat merupakan langkah krusial untuk melindungi anak dari segala bentuk ancaman bahaya termasuk penculikan.