BKN Dorong ASN Aktif Menulis Opini dan Artikel Populer
- 14 Mar 2026 14:21 WIB
- Purwokerto
RRI.CO.ID, Purwokerto: Badan Kepegawaian Negara (BKN) mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk aktif menulis opini dan artikel populer sebagai sarana komunikasi publik yang positif. Hal tersebut disampaikan dalam Sharing Session BKN Series 35 bertema Menulis Opini dan Artikel Populer yang Berdampak.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Fianda Julyantoro selaku content writer. Sementara sambutan pembuka dari Kepala BKN, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah, S.H., M.H., disampaikan oleh perwakilannya, Dr. Harun Arsyad, S.H., M.H.
Ruang publik saat ini diwarnai oleh arus informasi yang sangat cepat, termasuk maraknya hoaks dan informasi yang tidak terverifikasi. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi birokrasi karena dapat memengaruhi citra serta legitimasi ASN di mata masyarakat.
Karena itu, ASN didorong untuk berperan sebagai agen komunikasi yang aktif dan terpercaya dengan mengisi ruang publik melalui tulisan. Opini dan artikel populer dinilai dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan gagasan, menjelaskan kebijakan, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat dengan bahasa yang lebih sederhana.
Sebagai pemilik data sekaligus penggerak kebijakan, ASN memiliki posisi strategis untuk menerjemahkan berbagai program pemerintah kepada masyarakat. Melalui tulisan, ASN dapat menjelaskan kebijakan publik maupun transformasi birokrasi digital dalam pelayanan publik secara lebih mudah dipahami.
“Kami berharap agar ASN dapat menjadi populer di bidangnya masing-masing untuk dapat mempengaruhi dan membentuk opini publik secara positif. Tak hanya menyampaikan advokasi kebijakan, namun juga membantu instansi dalam membangun citra positif, transparan, dan terpercaya,” ujar Dr. Harun Arsyad, S.H.,M.H yang mewakili kepala Badan Kepegawaian Negara, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah, S.H., M.H.
Melalui kegiatan ini, BKN juga mendorong terciptanya budaya membaca, berpikir kritis, dan menulis di kalangan ASN. Budaya tersebut dinilai penting untuk membangun birokrasi yang cerdas, terbuka, serta mampu merespons dinamika komunikasi publik di era digital. (Dwinanda)