Unsoed Tanamkan PHBS Anak Buruh Migran di Malaysia
- 16 Des 2025 11:14 WIB
- Purwokerto
KBRN, Banyumas : Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional melaksanakan penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bagi anak-anak buruh migran Indonesia (BMI) di Malaysia. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan sejak dini guna mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Kegiatan yang dibimbing oleh Synta Haqqul Fadlilah selaku Dosen Fakultas Kedokteran, dilaksanakan di delapan Sanggar Bimbingan (SB) anak-anak BMI di Kuala Lumpur yang berada di bawah naungan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Malaysia. Anak-anak buruh migran menjadi sasaran utama karena masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan kesehatan dan layanan kesehatan formal.
“PHBS perlu ditanamkan sejak dini karena kebiasaan yang dibangun pada masa anak-anak akan berpengaruh besar terhadap kesehatan mereka di masa depan. Melalui program ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran sekaligus keterampilan praktis hidup sehat,” ujar Synta.
Rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar seperti pengukuran berat dan tinggi badan untuk mengetahui status gizi anak serta pemeriksaan kebersihan kuku secara berkala. Selain itu, anak-anak juga mendapatkan edukasi PHBS melalui metode interaktif dengan media pendukung berupa video, poster, dan buku dongeng.

Kegiatan Edukasi PHBS dengan Metode Interaktif (Foto : Koleksi Synta)
Tidak hanya menerima materi, anak-anak juga dilibatkan secara aktif melalui praktik langsung. Mereka memeragakan langkah mencuci tangan dan menggosok gigi yang benar, membedakan makanan yang sehat dan tidak sehat, serta belajar mengelompokkan makanan berdasarkan kandungan gizi utama, seperti karbohidrat, protein, dan lemak.
Program ini melibatkan 20 mahasiswa KKN Internasional Malaysia 2025 dari berbagai disiplin ilmu yang berperan sebagai fasilitator dan pendamping kegiatan. Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan pengelola sanggar bimbingan dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang sehat dan partisipatif.
Synta menuturkan bahwa salah satu pengelola Sanggar Bimbingan mengungkapkan kegiatan tersebut memberikan pengaruh positif terhadap kebiasaan anak-anak. Anak-anak kini semakin memperhatikan kebersihan diri serta lebih selektif terhadap makanan yang dikonsumsi, sehingga hal ini dinilai sangat membantu proses pembinaan yang dilakukan sehari-hari.
Melalui program KKN Internasional ini, Unsoed berharap dapat berkontribusi nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan anak-anak buruh migran Indonesia di Malaysia sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.