OJK Kalbar Ingatkan Warga Waspadai Investasi Syariah Ilegal

  • 13 Mar 2026 10:51 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Minat masyarakat terhadap keuangan syariah di Kalbar meningkat signifikan, namun potensi penipuan berkedok investasi syariah masih mengintai.

Hal tersebut disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Barat, Rochma Hidayati dalam kegiatan Gebyar Ramadhan Keuangan Syariah yang digelar di Kalimantan Barat, Kamis (12/3/2026).

Rochma mengungkapkan, antusiasme masyarakat terhadap produk keuangan syariah di Kalbar tergolong tinggi bahkan melampaui rata-rata nasional.

Menurutnya, pangsa pasar keuangan syariah di Kalbar mencapai 8,8 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di kisaran lima persen.

“Ini menunjukkan minat masyarakat Kalimantan Barat terhadap produk syariah sangat tinggi, didukung oleh demografi masyarakat Melayu dan Muslim yang dominan,” ujar Rochma.

Meski demikian, Rochma menilai masih terdapat tantangan dalam mendorong penggunaan produk keuangan syariah secara nyata di masyarakat.

Ia menjelaskan, tingkat literasi masyarakat terhadap konsep keuangan syariah di Kalbar cukup tinggi, namun tingkat inklusi atau pemanfaatan produknya masih relatif rendah. “Dalam tiga tahun terakhir literasi syariah meningkat tiga kali lipat. Artinya masyarakat sudah memahami konsepnya, namun belum semuanya menggunakan produk keuangan syariah,” kata Rochma, menjelaskan.

Di tengah pertumbuhan tersebut, OJK juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap penawaran investasi maupun pinjaman online ilegal yang menggunakan label syariah untuk menarik korban. Rochma menegaskan masyarakat perlu memastikan legalitas setiap produk keuangan dengan mengeceknya melalui situs resmi OJK sebelum melakukan transaksi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat, Doni Septadijaya menambahkan pihaknya juga mendorong penguatan ekonomi syariah melalui sektor ZISWAF, khususnya wakaf produktif. Bank Indonesia Kalbar bahkan mendorong digitalisasi program wakaf melalui platform “Kalbar Berwakaf” guna mempermudah masyarakat menyalurkan wakaf serta mendukung berbagai proyek ekonomi produktif di daerah.

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Kalimantan Barat melalui pengelolaan keuangan sosial syariah yang lebih transparan dan mudah diakses.

Rekomendasi Berita