Kalbar Jajaki Kerja Sama Nuklir Rusia
- 28 Feb 2026 20:49 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menjajaki kerja sama strategis dengan perusahaan nuklir Rusia guna memperkuat ketahanan energi dan mendukung target Net Zero Emission.
Penjajakan tersebut ditandai dengan pertemuan Gubernur Kalbar, Ria Norsan, bersama Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergey Tolchenov, di Pontianak, Jumat 27 Februari 2026.
Pertemuan turut dihadiri perwakilan Rosatom, korporasi energi nuklir milik pemerintah Rusia. Kerja sama difokuskan pada pengembangan infrastruktur teknologi nuklir non-daya dan potensi energi bersih di Kalbar.
Rencana kolaborasi mencakup penjajakan penggunaan reaktor modular kecil atau Small Modular Reactor (SMR) untuk wilayah terpencil dan kawasan industri, pemanfaatan radioisotop bagi layanan diagnosis serta terapi kanker, hingga teknologi iradiasi guna memperpanjang masa simpan produk pertanian.
Selain itu, dibahas pula peluang beasiswa dan pelatihan teknis bagi putra-putri daerah di bidang teknik nuklir dan fisika medis.
"Kerja sama ini menjadi langkah strategis menghadapi tantangan krisis energi di masa mendatang. Menurutnya, Rusia memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan teknologi nuklir yang aman dan efisien," ujar Ria Korban.
Sementara itu, perwakilan Rosatom, Anna Belokoneva, menegaskan komitmen menghadirkan solusi terintegrasi, termasuk aspek keselamatan, pembiayaan, serta pengelolaan limbah sesuai standar internasional.
“Meskipun teknologi nuklir kerap memunculkan perdebatan publik, kami memastikan seluruh tahapan pengembangan akan mengedepankan prinsip keselamatan, transparansi, serta kepatuhan terhadap regulasi global,” kata Norsan.
Pemprov Kalbar juga memastikan akan melakukan sosialisasi terbuka kepada masyarakat terkait keamanan teknologi nuklir generasi terbaru.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak sepakat membentuk tim teknis untuk menyusun studi kelayakan, termasuk penentuan lokasi dan analisis dampak lingkungan.