Kemeriahan Hari Apoteker Sedunia di Pontianak
- 16 Nov 2025 10:50 WIB
- Pontianak
KBRN, Pontianak: Berbagai Rangkaian kegiatan menarik menjadikan momen peringatan Hari Apoteker Sedunia (World Pharmacists Day) 2025 di Kota Pontianak, Provinsi Kalbar berlangsung meriah di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Minggu (16/11/2025).
Pada acara ini dirangkai dengan berbagai kegiatan mulai dari senam bersama, edukasi oleh Ahli Gizi, kegiatan pengabdian seperti pemeriksaan kesehatan gratis seperti donor darah, cek gula darah, hingga skrining penyakit mata, dan bahkan disiapkan berbagai dooprize menarik.

Cek gula darah gratis pada puncak peringatan Hari Apoteker Sedunia di halaman kantor Dinas Kesehatan Kota Pontianak Kalimantan Barat, Minggu (16/11/2025). (RRI/Muhammad Rokib)
Sebagai penyelenggara acara, Ketua PD IAI Kalimantan Barat (Kalbar), Apt. Wahyudi menyampaikan, bahwa kegiatan ini gelar dalam Rangkaian Puncak Perayaan World Pharmacists Day 2025 yang jatuh pada 25 September lalu.
“Berbagai rangkaian kegiatan sudah kami laksanakan sebelumnya, mulai dari memberikan edukasi yang menyenangkan kepada anak-anak tingkat TK, SD untuk mengenal Farmasi dengan mengadakan kegiatan lomba mewarnai yang mana kami kerjasama dengan Untan Pontianak,” ujarnya.
Kemudian pada puncak acara, sesuai arahan dari Ketua PP Ikatan Apoteker Indonesia (PP IAI) kegiatan lebih difokuskan kepada edukasi yang menyentuh langsung kepada masyarakat , terkait Gerakan DAGUSIBU, yang merupakan program dari Gerakan Keluarga Sadar Obat yang merupakan singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang obat dengan benar.
“Kami juga hadirkan pemeriksaan kesehatan gratis, seperti pemeriksaan mata bekerjasama dengan Balai Kesehatan Mata Masyarakat Kota Pontianak, Pemeriksaan Gula Gratis, Donor Darah, dan edukasi terkait zat berbahaya yang ada disekitar kami, dan pemeriksaan zat tersebut bersama Balai Besar POM di Pontianak," ucapnya.

Senam sehat bersama pada puncak peringatan Hari Apoteker Sedunia di halaman Kantor Dinas Kesehatan Kota Pontianak Kalimantan Barat, Minggu (16/11/2025). (RRI/Muhammad Rokib)
Di tempat yang sama, Kepala BBPOM di Pontianak, Hariani menyampaikan Balai Besar POM di Pontianak juga hadir untuk bisa memberdayakan apoteker dalam upaya edukasi bersama.
“Kami mengimbau kepada masyarakat dan pasien atau konsumen kalau mau membeli obat itu ke apotek, dan bisa konsultasi terkait obat kepada apoteker nya. Sehingga jangan sembarangan dalam pemakaian obatnya dan dosisnya, kami juga edukasi gimana menyimpannya, kalau sudah tidak dibutuhkan lagi dan gimana membuangnya,” ujarnya .
Ia menyampaikan juga terkait Program ABSO, singkatan dari Ayo Buang Sampah Obat (dengan Benar), yang merupakan sebuah gerakan nasional yang diinisiasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)Republik Indonesia.
Program ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah obat-obatan (kedaluwarsa, rusak, atau sisa) secara tepat dan aman. “Nah di Kalbar akan kita lakukan juga supaya berkelanjutan,” ucapnya.

Penyerahan doorprize pada acara puncak peringatan Hari Apoteker Sedunia di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (16/11/2025). (RRI/Muhammad Rokib)
Kemudian untuk Program AMR Mikroba merujuk pada Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) di Indonesia, bertujuan mengatasi resistensi mikroorganisme terhadap obat-obatan antimikroba. Pada program ini, para pasien dan konsumen diminta tidak sembarangan menggunakan antibiotik.
"Intinya adalah dengan kehadiran apoteker ini para teman sejawat bisa memberikan informasi kesediaan farmasi selain obat, ada kosmetik, ada obat tradisional, suplemen kesehatan dan informasi terkait pangan. Ini semua bisa dijelaskan oleh apoteker gimana menggunakan sampai dengan tidak menggunakannya,” ujarnya.
Ia memberikan contoh pada dalam kegiatan itu ada pemeriksaan gula darah, petugas memberikan edukasi tentang proses terjadinya gula darah sekaligus memberikan edukasi tentang cara mengantisipasinya.
"Misalnya dengan memulai hidup sehat supaya gula darah tidak tinggi. Nah itu salah satu fungsi farmasi dalam pemberian edukasi,” ujarnya.
Ketua Panitia Sekaligus Kepala BKMM Kota Pontianak, apt. Sri Suharni, menyebut ada ratusan peserta yang hadir memeriahkan puncak acara Hari Apoteker Sedunia (World Pharmacists Day) 2025 di Kota Pontianak. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kota Pontianak, terutama dalam menjaga kesehatan tubuh. (oki)
Baca juga: