Satgas Yon Parako 466 Lakukan Pengamanan Berlapis di Kawasan Bandara
- 08 Mar 2026 11:25 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kelancaran operasional penerbangan serta distribusi logistik, Satgas Yon Parako 466 melakukan pengamanan ketat bandara.
Langkah pengamanan ini dilakukan dengan menempatkan personel bersenjata lengkap di sejumlah titik strategis di kawasan bandar udara, Minggu, 8 Maret 2026. Penjagaan berlapis tersebut terlihat jelas saat aktivitas maskapai penerbangan berlangsung, mulai dari proses kedatangan hingga keberangkatan pesawat.
Dansektor Satgas Kopasgat Pamtas Kewilayahan RI-PNG, Kapten Pas Dino Septa Perdana Hutasuhuy mengatakan, berdasarkan pantauan di lapangan, aparat Satgas Yon Parako 466 tampak siaga dengan perlengkapan taktis seperti helm tempur dan rompi pelindung. Mereka ditempatkan di berbagai titik vital guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
Pengamanan tidak hanya difokuskan pada area terminal atau gedung utama bandara. Personel juga memperketat penjagaan hingga ke area sisi udara (airside) atau apron, yaitu lokasi tempat pesawat parkir dan aktivitas teknis penerbangan berlangsung.
Langkah preventif ini dinilai sangat penting karena bandara merupakan objek vital nasional. Selain menjadi jalur mobilitas masyarakat, bandara juga berperan sebagai jalur utama distribusi logistik yang menopang kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah.

Di lapangan terlihat aparat keamanan berdiri siaga tak jauh dari tangga pesawat maupun mesin pesawat. Kehadiran mereka memastikan seluruh proses perpindahan penumpang serta kegiatan bongkar muat barang dan kargo berjalan aman dan lancar tanpa gangguan.
Kapten Pas Dino Septa Perdana Hutasuhuy menegaskan bahwa kehadiran personel Satgas di area bandara merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat.
“Kehadiran personel kami di area bandara ini adalah wujud komitmen negara dalam memberikan jaminan keamanan. Kami ingin memastikan aktivitas penerbangan, baik penumpang maupun kargo, dapat beroperasi secara optimal dan masyarakat merasa tenang,” ujarnya.
Melalui sinergi antara aparat keamanan, pengelola bandara, dan maskapai penerbangan, diharapkan stabilitas wilayah tetap terjaga. Selain itu, rantai distribusi logistik yang menjadi kebutuhan masyarakat juga dapat terus berjalan tanpa hambatan.