Kodim 1209/Bky Edukasi Warga Cegah Penyelundupan Barang Ilegal

  • 25 Feb 2026 16:16 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Kodim 1209/Bky secara masif melaksanakan sosialisasi pencegahan dan larangan penyelundupan barang ilegal di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Kegiatan ini digelar di Kecamatan Sidang dan Jagoi Babang, Rabu, 25 Februari 2026, sebagai upaya proteksi terhadap kedaulatan ekonomi serta penegakan hukum di wilayah terdepan negara.

Fokus utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada warga agar tidak terlibat dalam praktik perdagangan gelap yang merugikan negara. Personel Kodim 1209/Bky menekankan pentingnya tidak mengonsumsi maupun mengedarkan produk ilegal asal luar negeri.

“Warga yang tinggal di perbatasan harus memahami konsekuensi hukum dari aktivitas perdagangan gelap. Kami ingin masyarakat sadar bahwa barang ilegal merugikan negara dan bisa menjerat mereka secara hukum,” ujar Letnan Kodim 1209/Bky, Mayor Inf. Dedi Santoso.

Selain fokus pada pengawasan barang, Kodim juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kondusifitas keamanan di wilayah perbatasan. Sinergi antara TNI dan warga diharapkan dapat mendeteksi dini potensi pelanggaran sehingga pembangunan di daerah perbatasan bisa berjalan lebih maksimal.

“Stabilitas wilayah sangat bergantung pada kerja sama antara TNI dan masyarakat. Dengan lingkungan yang aman dan tertib, kegiatan ekonomi dan pembangunan bisa berlangsung tanpa gangguan,” ucap Mayor Dedi.

Sosialisasi ini menargetkan tiga kecamatan strategis: Siding, Jagoi Babang, dan Seluas, yang menjadi titik krusial karena bersinggungan langsung dengan garis batas negara. Edukasi ini diharapkan mengubah pola pikir masyarakat agar lebih memilih jalur usaha legal sesuai regulasi pemerintah.

Kodim 1209/Bky menegaskan bahwa penanganan perbatasan tidak bisa dilakukan sendiri. Kerja sama lintas sektor antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan Forkopincam menjadi kunci utama menutup celah penyelundupan barang ilegal. “Kami optimistis dengan komitmen bersama, perbatasan Bengkayang akan semakin kuat, mandiri secara ekonomi, dan bersih dari aktivitas kriminal transnasional,” tutur Mayor Dedi.

Rekomendasi Berita