Anak Harimau Sumatra yang Memangsa Ternak Warga Diamankan di Pelalawan

  • 12 Mar 2026 12:54 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pelalawan - Tim Balai Besar KSDA Riau mengamankan seekor anak Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) yang sebelumnya beberapa kali dilaporkan memangsa ternak warga di wilayah Tanjung Pulai. Satwa dilindungi tersebut sebelumnya kerap muncul di sekitar permukiman masyarakat sehingga menimbulkan kekhawatiran warga.

Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Riau, Ujang Holisudin, mengatakan kemunculan harimau itu telah terpantau sejak beberapa waktu terakhir di sekitar pemukiman warga. Pada 25 Februari 2026, satwa tersebut dilaporkan memangsa kambing milik warga hingga mendekati teras rumah masyarakat di wilayah Tanjung Pulai.

“Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Balai Besar KSDA Riau langsung melakukan upaya mitigasi konflik dengan memasang kandang jebak atau boks trap di lokasi yang sering dilaporkan menjadi jalur lintasan satwa. Namun hingga 3 Maret 2026, harimau tersebut belum berhasil masuk ke dalam perangkap yang dipasang petugas,” ujarnya, Kamis 12 Maret 2026.

Peristiwa serupa kembali terjadi pada Senin, 9 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB ketika seekor Harimau Sumatra memangsa kambing milik warga di dalam kandang. Lokasi kejadian berada tidak jauh dari Simpang Tiga jalan menuju Desa Pulau Muda yang dalam beberapa bulan terakhir kerap dilaporkan sebagai titik kemunculan satwa tersebut.

Tim kemudian kembali memasang kandang jebak pada Selasa, 10 Maret 2026 sekitar pukul 11.00 WIB di lokasi kejadian dengan memanfaatkan sisa ternak yang dimangsa sebagai umpan. Pada malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB, saat tim melakukan pemantauan, harimau tersebut terpantau telah masuk ke dalam kandang jebak sehingga berhasil diamankan.

“Selanjutnya tim melakukan proses evakuasi dengan memindahkan satwa dari kandang jebak ke kandang angkut. Proses tersebut dilakukan melalui prosedur pembiusan oleh tim dokter hewan dari Balai Besar KSDA Riau,” ucapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, satwa tersebut diketahui merupakan anak Harimau Sumatra berjenis kelamin betina dengan perkiraan umur kurang dari satu tahun. Kondisi kesehatannya secara umum baik tanpa ditemukan luka pada tubuhnya, namun secara fisik terlihat relatif kurus.

“Untuk pemantauan lebih lanjut, harimau tersebut saat ini ditempatkan di pusat penyelamatan satwa milik Yayasan Arsari Djojohadikusumo. Setelah melalui proses pemulihan dan evaluasi kondisi kesehatan, Balai Besar KSDA Riau akan mempertimbangkan langkah pelepasliaran kembali ke habitat alaminya,” ujarnya.

Ujang Holisudin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam upaya mitigasi konflik satwa liar tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada unsur TNI, Polri, pihak perusahaan pemegang izin PBPH, serta masyarakat yang telah membantu proses penanganan di lapangan.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan keselamatan diri maupun satwa liar yang dilindungi. Apabila menemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera di sekitar permukiman, warga diminta segera melaporkan kepada petugas atau menghubungi call center Balai Besar KSDA Riau agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Rekomendasi Berita