Empat Titik Karhutla di Riau Masih Ditangani

  • 10 Mar 2026 15:58 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai unsur. Hingga Senin 9 Maret 2026, terdapat empat titik kebakaran yang masih ditangani oleh petugas.

Tim yang terlibat dalam proses pemadaman terdiri dari TNI, Polri, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Mereka bekerja secara intensif di lokasi kejadian untuk mengendalikan api agar tidak meluas.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD dan Pemadam Kebakaran Riau, Jim Ghafur mengatakan empat titik kebakaran tersebut tersebar di dua kabupaten.

“Titik api yang masih ditangani ada empat lokasi, tiga titik berada di Kabupaten Indragiri Hilir dan satu titik di Kabupaten Bengkalis,” ujar Jim Ghafur, Senin 9 Maret 2026.

Ia menjelaskan, tiga titik kebakaran di Kabupaten Indragiri Hilir berada di Kelurahan Tanjung Pidada, Kecamatan Tempuling, kemudian di Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, serta di Desa Tagagiri Tama Jaya, Kecamatan Pelangiran.

Sementara satu titik kebakaran lainnya berada di Kabupaten Bengkalis, tepatnya di Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat.

Menurut Jim, hingga saat ini proses pemadaman masih dilakukan melalui jalur darat oleh personel gabungan yang berada di lapangan. Selain memadamkan api, petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam.

“Petugas masih melakukan pemadaman sekaligus pendinginan di lokasi agar api tidak kembali menyala dan meluas ke area lain,” katanya.

Ia menambahkan, bantuan helikopter water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) saat ini masih dalam proses penyiapan dan belum tiba di Provinsi Riau.

“Untuk sementara pemadaman masih mengandalkan personel dan peralatan darat karena helikopter water bombing dari BNPB belum sampai di Riau,” ungkapnya.

BPBD Riau juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, mengingat sebagian wilayah Riau mulai memasuki musim kemarau yang membuat lahan lebih mudah terbakar.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena saat ini potensi kebakaran cukup tinggi dan dapat dengan cepat meluas,” ujar Jim.

Rekomendasi Berita