Konvensi Nasional Media Massa Dibuka Menkomdigi Meutya Hafid

  • 09 Feb 2026 08:36 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Serang : Transformasi dunia pers di era kecerdasan buatan menjadi sorotan utama dalam Konvensi Nasional Media Massa rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Hotel Aston Serang, Banten, Minggu 8 Februari 2026. Kegiatan ini dihadiri ratusan tokoh pers nasional, pimpinan media, konstituen Dewan Pers, hingga praktisi komunikasi dari berbagai daerah.

Konvensi secara resmi dibuka Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dengan mengusung tema “Pers, AI, dan Transformasi Digital: Membangun Ekosistem Informasi untuk Kepentingan Publik”. Forum ini menjadi ruang strategis membahas masa depan jurnalisme di tengah laju teknologi digital yang semakin cepat.

Dalam pidato kuncinya, Meutya Hafid menegaskan bahwa transformasi digital harus tetap berpijak pada kepentingan publik dan nilai demokrasi. Menurutnya, kecerdasan buatan tidak boleh menggeser peran fundamental wartawan dalam melakukan verifikasi dan kontrol sosial. 

“Transformasi digital tidak boleh menggerus pilar demokrasi. Pers harus tetap sehat, kredibel, dan berintegritas,” ujar Meutya.

Ia juga mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan kebijakan digital yang lebih komprehensif guna melindungi ekosistem informasi nasional. Regulasi tersebut diharapkan menciptakan hubungan yang adil dan transparan antara platform digital global dan media lokal, sekaligus memperkuat implementasi publisher rights melalui koordinasi dengan Dewan Pers.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menilai disrupsi digital merupakan keniscayaan dalam perjalanan peradaban manusia. Namun, ia menegaskan media arus utama tetap dibutuhkan publik sebagai rujukan informasi yang jernih dan dapat dipercaya. 

“Di tengah banjir informasi dan konten toksik, masyarakat justru mencari air bersih. Di situlah peran utama pers,” kata Komaruddin.

Konvensi Nasional Media Massa HPN 2026 diharapkan menjadi momentum konsolidasi dan revitalisasi pers nasional dalam menghadapi tantangan teknologi. Acara ini ditutup dengan pembacaan deklarasi nasional serta diskusi panel yang membahas regulasi AI, etika jurnalistik, dan perlindungan hak cipta karya pers di ruang digital.

Rekomendasi Berita