Polres Parimo Siagakan Ratusan Personel Gabungan Operasi Ketupat Tinombala 2026
- 13 Mar 2026 10:45 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Parigi Moutong – Kepolisian Resor (Polres) Parigi Moutong melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Tinombala di lapangan Upacara Polres Parimo, Kamis, 12 Maret 2026. Dalam kegiatan tersebut ratusan personel gabungan disiagakan untuk pengamanan arus mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Parigi Moutong Erwin Burase didampingi Kapolres Parigi Moutong Hendrawan A.N, serta dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, tokoh lintas agama, serta perwakilan berbagai lembaga dan instansi terkait. Dalam kesempatan tersebut, Bupati membacakan amanat dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang menyoroti dinamika global yang tengah bergejolak, termasuk konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Palestina, Iran, hingga Amerika Serikat.
Konflik itu disebut berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi dunia, terutama melalui fluktuasi harga minyak global yang berpotensi memicu tekanan terhadap ekonomi nasional. Meski demikian, pemerintah Indonesia terus mengedepankan diplomasi luar negeri yang bebas aktif guna mendorong perdamaian dunia, termasuk mendukung solusi dua negara dalam konflik Palestina–Israel serta membuka ruang diplomasi untuk meredakan ketegangan antara Iran dan Israel.
Di tengah dinamika global tersebut, perhatian pemerintah kini tertuju pada kesiapan pengamanan Idul Fitri. Dalam amanatnya disebutkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Untuk menjamin keamanan dan kelancaran arus mudik dan balik, Polri bersama TNI dan berbagai pemangku kepentingan menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan 161.243 personel gabungan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Secara nasional, aparat keamanan telah menyiapkan 2.746 pos pengamanan yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, dan 343 Pos Terpadu. Pengamanan difokuskan pada lebih dari 185 ribu objek vital, mulai dari masjid, lokasi salat Idul Fitri, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun hingga bandara.
Dalam pelaksanaan operasi, aparat juga diminta mewaspadai berbagai potensi gangguan keamanan seperti kejahatan konvensional, premanisme, balap liar hingga konflik antar kelompok. Patroli rutin akan diperkuat, termasuk melibatkan unsur masyarakat melalui sistem pengamanan swakarsa.
Selain itu, masyarakat yang meninggalkan rumah saat mudik diimbau untuk melapor kepada aparat setempat. Kepolisian juga menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor polisi guna meningkatkan rasa aman bagi para pemudik.
Mengakhiri amanatnya, Kapolri melalui Bupati Parigi Moutong menekankan pentingnya soliditas dan sinergi seluruh unsur pengamanan demi mewujudkan mudik yang aman dan nyaman.
“Keberhasilan Operasi Ketupat merupakan tanggung jawab kita bersama. Tingkatkan soliditas dan sinergitas agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan bahagia,” tegasnya.
Apel gelar pasukan ini menjadi penanda kesiapan aparat dan seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Parigi Moutong dalam menghadapi momentum Lebaran. Sekaligus memastikan pelayanan dan pengamanan maksimal bagi masyarakat selama masa mudik dan libur hari raya.