Antisipasi Longsor Kebun Kopi, BPBD Sulteng Siagakan Posko dan Alat Pendukung

  • 12 Mar 2026 14:18 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah menetapkan wilayah Parigi Moutong dalam status siaga menyusul tingginya intensitas curah hujan di wilayah tersebut berdasarkan hasil pantauan BMKG. Kondisi tersebut memicu potensi bencana tanah longsor yang cukup besar, terutama di kawasan rawan jalur Trans Sulawesi seperti Kebun Kopi.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tengah Asbudianto menyebut, mengantisipasi terputusnya jalur kebun kopi di tengah puncak arus mudik menjelang hari raya idulfitri, BPBD Sulawesi Tengah mendirikan Posko Siaga Bencana. Pembentukan posko tersebut bertujuan untuk mempercepat penanganan apabila terjadi bencana, khususnya longsor yang dapat mengganggu akses transportasi masyarakat.

"Kami sudah mempersiapkan satu pos di Parimo untuk mengantisipasi potensi bencana," ujar Asbudianto saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu 11 Maret 2026.

Selain mendirikan posko, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah juga telah menerjunkan personel beserta sejumlah peralatan pendukung di lokasi rawan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apabila terjadi longsor di jalur Trans Sulawesi penanganan dapat segera dilakukan.

"Kami telah mengerahkan beberapa peralatan dan personel yang ada di Palu untuk standby di pos Parimo," ucapnya.

Masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di kawasan Kebun Kopi, diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati selama perjalanan. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat intensitas curah hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir berpotensi memicu gangguan di jalur tersebut.

Rekomendasi Berita