Anak hingga Remaja Dominasi Kasus Campak di Sulteng

  • 19 Jan 2026 18:27 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Peningkatan campak di sejumlah daerah dinilai menjadi salah satu dampak dari rendahnya cakupan imunisasi Measles Rubella atau campak saat COVID-19 melanda. Dampak tersebut baru terasa dalam rentang waktu lima hingga sepuluh tahun pasca imunisasi, sehingga masih dirasakan hingga kini dengan tingginya jumlah kasus campak di beberapa wilayah.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, Ahsan, saat dihubungi via telepon pada Senin, 19 Januari 2026. Dijelaskan, peningkatan kasus campak didominasi oleh balita hingga anak berusia 15 tahun.

"Kita ihat kasus-kasus campak yang saat ini melanda tidak hanya diderita oleh anak berusia satu atau dua tahun, tetapi juga anak-anak yang duduk di bangku sekolah hingga anak berusia 15 tahun," ucapnya.

Ahsan menegaskan, peningkatan kasus tersebut sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya imunisasi campak. Menurutnya, program tersebut hadir untuk mencegah penyebaran penyakit di masyarakat, mengingat resiko dan dampak yang ditimbulkan.

"Resiko terjadinya kasus campak ini sangat tinggi, dan jika terjadi pada anak-anak dapat mengganggu perkembangan otak," tutur Ahsan.

Oleh karenanya, Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah terus menggencarkan program imunisasi campak di daerah, melihat tren peningkatan kasus ini tidak hanya terjadi di Sulawesi Tengah, tetapi juga di beberapa provinsi di Indonesia. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pelaksanaan imunisasi massal.

"Kami melakukan penanggulangan untuk mencegah penyabaran kasus campak di beberapa daerah, yaitu melakukan outbreak response immunization atau imunisasi massal," ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya imunisasi campak dalam membentuk kekebalan kelompok. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, perlindungan tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga kelompok rentan di masyarakat.

"Karena jika dalam suatu wilayah tidak ada yang terlindungi, maka penyakit akan mudah menyebar ke masyarakat ataupun orang-orang yang rentan terhadap penyakit," kata Ahsan mengakhiri.

Rekomendasi Berita