Waspada Penipuan Bantuan Starlink: Kominfo Muba Minta Sekolah Siaga

  • 17 Mar 2026 08:53 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Muba - Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Musi Banyuasin mendeteksi isu penipuan berkedok bantuan perangkat internet satelit Starlink untuk sekolah. Oknum tidak bertanggung jawab mencatut nama Kementerian Komunikasi dan Digital RI untuk melancarkan aksi penipuan tersebut.

Pihak sekolah menerima tawaran bantuan layanan internet satelit dari oknum yang mengaku sebagai tim kementerian. Pelaku menyasar lembaga pendidikan dengan janji akses teknologi komunikasi canggih namun ilegal.

Plt Kepala Dinas Kominfo Muba, Daud Amri, menjelaskan bahwa pelaku meminta sejumlah uang kepada pihak sekolah. Modus tersebut menggunakan alasan biaya pemasangan dan aktivasi perangkat sebagai syarat pencairan bantuan.

"Ada pihak yang mengaku sebagai tim dari Komdigi yang menawarkan bantuan layanan internet satelit kepada sekolah," ujar Daud pada Senin, 16 Maret 2026. Daud menambahkan bahwa dalam modusnya, pelaku memaksa pihak sekolah membayar biaya aktivasi di muka.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menegaskan tidak pernah memungut biaya apa pun dalam pelaksanaan program bantuan. Seluruh instansi pemerintah terkait menjalankan program secara gratis tanpa beban finansial kepada masyarakat.

Mekanisme penyaluran program resmi pemerintah selalu menggunakan surat menyurat formal dan dokumen yang sah. Pemerintah daerah melakukan koordinasi ketat antarinstansi untuk memastikan validitas setiap bantuan teknologi yang masuk.

Daud Amri mengingatkan seluruh kepala sekolah agar tidak langsung mempercayai pihak yang mengatasnamakan instansi pusat. "Masyarakat harus berhati-hati dan tidak langsung mempercayainya jika ada pihak yang meminta sejumlah uang," kata Daud.

Dinas Kominfo Muba melarang sekolah melakukan pembayaran atau transfer dana kepada rekening pribadi oknum. Keabsahan pihak pemberi bantuan harus menjadi perhatian utama sebelum menyetujui kerja sama apa pun.

Pihak sekolah wajib melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada Dinas Kominfo Muba jika menerima tawaran bantuan telekomunikasi. Langkah verifikasi ini bertujuan untuk memutus rantai penipuan digital yang merugikan dunia pendidikan.

Masyarakat harus segera melaporkan indikasi penipuan dengan modus serupa kepada pihak kepolisian atau otoritas berwenang. Kesadaran kolektif akan mempersempit ruang gerak oknum penipu yang memanfaatkan nama besar kementerian.

Daud Amri terus berupaya meningkatkan literasi digital agar masyarakat semakin cermat dalam menyaring informasi. Peningkatan pemahaman teknologi menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan siber yang berkembang.

Beliau berharap masyarakat dapat mengenali ciri-ciri informasi hoaks dan mencegah terjadinya kerugian materiil. "Melalui literasi digital, kami berharap masyarakat semakin memahami cara mengenali informasi yang benar," katanya.

Rekomendasi Berita