Boom Baru Overload, Sumsel Percepat Pelabuhan Tanjung Carat
- 09 Mar 2026 08:26 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mendorong percepatan pembangunan Pelabuhan Samudera Tanjung Carat saat menerima kunjungan Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Achmad Muchtasyar di Griya Agung, Sabtu, 7 Maret 2026.
Pertemuan tersebut menitikberatkan pada langkah konkret mempercepat realisasi pelabuhan samudera yang diproyeksikan menjadi simpul utama distribusi energi dan komoditas unggulan Sumatera Selatan.
Herman Deru menilai potensi sumber daya alam Sumsel yang melimpah membutuhkan dukungan infrastruktur logistik yang lebih memadai. Saat ini, aktivitas distribusi masih bertumpu pada Pelabuhan Boom Baru yang dinilai semakin terbatas kapasitasnya.
Selain pendangkalan alur Sungai Musi, kepadatan aktivitas logistik juga berdampak pada meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas di kawasan dalam Kota Palembang.
“Spirit kita adalah percepatan. Tanjung Carat bukan lagi sekadar rencana, tetapi sudah menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan nilai jual Sumatera Selatan di tingkat nasional maupun internasional,” kata Herman Deru.
Ia juga menyambut kepemimpinan baru di Pelindo yang diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan operator pelabuhan nasional tersebut.
“Kehadiran Bapak Achmad Muchtasyar sebagai putra daerah di pucuk pimpinan Pelindo merupakan momentum emas. Kita harapkan sinergi ini menjadi kunci agar pelabuhan samudera ini segera terwujud,” ujarnya.
Sementara itu, Achmad Muchtasyar menegaskan, Pelindo memiliki visi yang sama dengan Pemerintah Provinsi Sumsel untuk menjadikan Pelabuhan Samudera Tanjung Carat sebagai pusat distribusi ekonomi yang strategis.
“Secara konsep besar, pelabuhan ini akan menjadi pusat distribusi perekonomian yang sangat strategis, khususnya untuk hasil alam dan pelabuhan energi,” jelas Achmad.
Dalam pertemuan tersebut juga disepakati sejumlah langkah teknis percepatan pembangunan. Dalam waktu dekat, pemerintah daerah dan Pelindo akan melakukan project launching, termasuk peluncuran situs resmi proyek sebagai bentuk transparansi informasi kepada publik.
Selain itu, kedua pihak juga menyiapkan penandatanganan Head of Agreement (HOA) konsorsium sebagai landasan hukum dan operasional awal pembangunan pelabuhan samudera tersebut.
Langkah ini diharapkan menjadi titik awal percepatan proyek strategis yang digadang-gadang akan mengubah peta logistik dan perdagangan Sumatera Selatan.