Mengenal Hari Bumi Sedunia dan Dampak Buruk Lingkungan
- 23 Apr 2025 08:17 WIB
- Palembang
KBRN, Palembang: Sebuah tempat di alam semesta kita yang berisikan kehidupan. Tempat di mana kita tinggal. Bumi mungkin terlihat kuat untuk terus memberikan isinya kepada kita. Tapi, sampai kapan? Manusia terus menghancurkan bumi tanpa henti, atas dasar keserakahan. Tanpa berpikir dan tanpa mau mengerti mengenai dampak yang akan terjadi di kemudian hari.
Bumi saat ini sedang mengalami berbagai tantangan. Seperti perubahan iklim, polusi dan krisis air. Banyak hal yang telah berubah dengan kita sadari maupun tidak. Masih banyak manusia yang tidak peduli terhadap dampak buruk yang ditimbulkan oleh ulah manusia itu sendiri. Sekarang lihatlah aktivitas manusia yang merusak lingkungan dan seperti apa konsekuensinya.
Menurut Dr. Supriatna M.T Ketua Departemen Geografi Universitas Indonesia penggunaan listrik dan air sebetulnya sangat merusak lingkungan. "Karena penggunaan listrik itu di Indonesia sekarang hampir 90% masih diproduksi dengan batu bara. Kemudian pemakaian listrik secara berlebihan pun sebetulnya akan menyebabkan suhu udara menjadi panas. Apalagi batu bara di mana-mana itu kan fosil menyebabkan banyak sekali karbon dioksida di udara sehingga lapisan ozon akan terkikis," ungkapnya.
Sedangkan penggunaan air tanah yang digunakan banyak masyarakat itu akan meningkatkan terjadinya krisis air tanah. Di mana air tanah sangat terbatas apalagi di hulu sungai sudah banyak sekarang perubahan land use, land cover yang terjadi. Sehinggah hujan yang turun tidak terserap oleh tanah sehingga run of atau aliran air di permukaan lebih banyak. Sehingga air tanah yang ada kurang dan mungkin di daerah seperti Jakarta yang dekat dengan Pantai air tanah susah dimasuki dengan air asin. Sehingga terjadi air payau dan terjadi instruksi air laut. Penggunaan air tanah yang banyak akan merusak lingkungan hidup.
"Contoh perbuatan manusia yang merusak lingkungan dan paling sering terjadi adalah, pembakaran hutan untuk membuka lahan tanaman baru, pembabasan lahan secara terus-menerus untuk memperluas tempat pemukiman, membuang sampah sembarangan hingga menyebabkan pencemaran lingkungan, pemborosan air dan penggunaaan listrik yang berlebihan dengan menyalakan alat-alat listrik yang tidak diperlukan. Masih banyak lagi tindakan manusia yang merugikan lingkungan dan tidak bisa diuraikan seperti halnya sampah plastik," tambahnya.
Kita telah banyak kehilangan dan menghilangkan banyak hal di bumi. Ketika semuanya perlahan habis tak tersisa. Setelah melihat dampak buruk yang terjadi, apakah kita masih tetap diam saja? Untuk menjaga kelestarian planet ini, dibutuhkan kerja sama dan aksi nyata dalam melindungi lingkungan dan sumber daya alamnya. Hari Bumi Sedunia merupakan hari kepedulian tentang bumi yang diperingati secara internasional setiap tahunnya pada tanggal 22 April. Hari Bumi Sedunia diperingati pertama kali pada tahun 1970. Hari Bumi pada awalnya bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kesadaran manusia terhadap planet yang kita tinggali ini. Dengan peringatan hari bumi sedunia ini, mari kita meningkatkan kepedulian kita terhadap bumi kita tercinta dengan suatu aksi nyata
Sudahkah kita sadar untuk menjaga bumi yang menjadi tempat tinggal kita?