Lima Puluh Jamaah Umrah Palangka Raya Tiba Selamat di Bandara Tjilik Riwut

  • 10 Mar 2026 15:22 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Tangis haru dan ucapan syukur memenuhi Terminal Kedatangan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Selasa 10 Maret 2026. Sebanyak 50 jamaah umrah asal Kota Cantik akhirnya menginjakkan kaki kembali di tanah air setelah menjalankan ibadah di Tanah Suci Makkah.

Kepulangan mereka tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan, meski situasi geopolitik di Timur Tengah sedang memanas.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Palangka Raya, H. Ahmad Fauzi, langsung turun tangan memimpin penjemputan. Satu per satu, ia menyalami para jamaah yang baru saja menuntaskan ibadah umrah. Didampingi jajaran tim Kemenhaj Kota, kehadiran mereka menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam melindungi dan melayani warganya.

"Alhamdulillah, hari ini kami bersama tim menjemput langsung 50 jamaah umrah kita. Semuanya kembali dalam kondisi sehat dan proses kepulangan berjalan lancar sesuai jadwal," ujar H. Ahmad Fauzi.

Para jamaah yang menggunakan jasa PT Alifa Tour ini sempat menjadi perhatian, mengingat kondisi Timur Tengah yang tidak kondusif. Konflik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat sempat memicu kekhawatiran. Namun, kepulangan mereka terbukti tidak mengalami kendala teknis berarti.

H. Ahmad Fauzi menegaskan, pihaknya tak pernah lengah dalam memantau setiap pergerakan jamaah, mulai dari keberangkatan hingga tiba kembali di tanah air. Pemantauan intensif ini dilakukan demi memberikan ketenangan bagi keluarga yang menanti di rumah.

"Kemenhaj Kota Palangka Raya selalu proaktif memantau keberangkatan dan kepulangan jamaah kita. Terlebih dengan situasi di Timur Tengah saat ini, khususnya ketegangan antara Iran dan Amerika. Keamanan jamaah adalah prioritas utama kami," ujarnya.

Lebih jauh, Ahmad Fauzi menyampaikan harapannya agar stabilitas kawasan Timur Tengah segera pulih. Menurutnya, perdamaian sangat penting agar umat muslim dari seluruh dunia bisa menunaikan ibadah dengan tenang tanpa bayang-bayang kekhawatiran.

"Mudah-mudahan konflik ini segera berakhir dan perdamaian kembali tercipta, sehingga umat yang ingin beribadah ke Tanah Suci bisa merasa lebih tenang," katanya.

Sementara itu, salah seorang jamaah yang ditemui tampak tidak bisa menahan air mata keharuan. Ia mengaku sangat bersyukur bisa kembali berkumpul dengan keluarga setelah menjalankan salah satu ibadah yang menjadi impiannya.

Rekomendasi Berita