Gelar FGD, Unand Gandeng Kadin Akselerasi Ekonomi

  • 11 Mar 2026 14:43 WIB
  •  Padang

RRI.CO.ID, Padang - Universitas Andalas (Unand) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Ruang Rapat Senat Universitas, Selasa, 10 Maret 2026. Diskusi ini mengangkat tema kolaborasi perguruan tinggi dan dunia usaha dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur akademisi, pelaku usaha serta lembaga keuangan yang membahas strategi penguatan ekonomi daerah. Forum ini juga menjadi ruang untuk menyelaraskan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan industri.

Wakil Rektor IV Unand, Prof. Henmaidi menyoroti potensi besar komoditas gambir dari Sumatera Barat. Sebab, Indonesia menguasai sekitar 80 persen produksi gambir dunia, namun belum mampu menentukan harga di pasar global.

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan tantangan hilirisasi produk, termasuk pada hasil riset perguruan tinggi. Banyak inovasi akademik yang belum mampu menembus pasar secara luas.

"Berbagai inovasi riset yang dimiliki Unand, sejauh ini masih terbatas pada tahap promosi di e-catalog. Diharapkan kolaborasi dengan Kadin dapat membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk inovasi kampus," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menyampaikan pentingnya penerapan konsep Triple Helix antara pemerintah, akademisi dan dunia usaha. Untuk itu, Ia mendorong perguruan tinggi menyiapkan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri agar lulusan mudah terserap.

Disamping itu, perwakilan Bank Indonesia menilai percepatan digitalisasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. FGD ini menyimpulkan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8 persen membutuhkan kerja sama lintas sektor antara kampus, dunia usaha dan dukungan kebijakan ekonomi yang kuat.

Rekomendasi Berita