Ruang Redaksi yang Melahirkan Infrastruktur Emansipasi
- 12 Feb 2026 13:00 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Yayasan Amai Setia yang kini telah berusia 115 tahun atau lebih dari seabad merupakan jalan intelektual bagi kaum perempuan menuju sisi kemajuan. Kemajuan yang hanya diperoleh melalui ilmu pengetahuan dan ragam keterampilan.
Pernyataan tersebut diungkapkan Pimpinan Yayasan Amai Setia Trini Tambu. Dalam wawancaranya dengan RRI, Rabu, 11 Februari 2026, Trini mengungkapkan, dalam artikel yang ditulis jurnalis perempuan pertama Indonesia itu, ia menaruh prinsip kuat, kaum perempuan harus menjamah kemajuan mengikuti aliran zaman.
“Untuk pendidikan, tidak boleh ada kata tidak. Perempuan harus memasuki sekolah layaknya kaum laki-laki, karena dengan bersekolah, seseorang dapat berkontribusi penuh untuk bangsanya,” ujar Trini.
Ia menegaskan, jauh sebelum kata emansipasi bergema di tanah air, surat kabar Soenting Melajoe telah lebih dulu menyuarakan hal itu. Suara perempuan yang digaungkan Roehana Koeddoes bukan sekedar opini belaka, melainkan manifesto buah pikiran yang intinya menekankan, kaum perempuan perlu mendapatkan ruang edukasi yang layak.

Sesi foto usai wawancara dengan Pimpinan Yayasan Amai Setia, Trini Tambu. (Foto: RRI Padang/Sri Darni)
Sejatinya jelas Trini Tambu, pemikiran dan kiprah yang ditunjukkan Pahlawan Nasional kelahiran Koto Gadang didorong kisah masa kecilnya dan pola didikan keluarga yang memahami betul pentingnya pendidikan bagi kaum perempuan.
Begitu kuat tekad dalam diri, sehingga halaman rumah pun dijadikan sekolah kecil. Di halaman rumah itu, Roehana Koeddoes dengan penuh keyakinan, mengajari anak-anak perempuan di kampung belajar tulis baca. Pada satu sisi, ia harus menghadang ragam cemooh dan makian yang datang bertubi-tubi mematahkan perjuangannya.
Namun Roehana Koeddoes bukanlah sosok yang mudah dipatahkan, dengan kegigihannya, ia berupaya membuka pintu bagi suara perempuan. Dari ruang redaksi yang dipimpinnya, lahir infrastruktur emansipasi yang menciptakan ruang dimana perempuan adalah narator utama yang punya andil sama membangun bangsa dan negara.