Tiga Belas Prodi FISIP Unand Jalani Asesmen Akreditasi Internasional
- 11 Feb 2026 20:17 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Padang - Sebanyak 13 Program Studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Andalas (Unand) menjalani asesmen akreditasi internasional pada 11 hingga 12 Februari 2026. Asesmen Akreditasi dilakukan oleh The Accreditation, Certification and Quality Assurance Institute (ACQUIN).
Asesmen menghadirkan panel ahli internasional yang mengikuti proses secara daring dari berbagai negara. Mereka berasal dari Nazarbayev University Kazakhstan, University of Zurich Swiss, Universiti Sains Malaysia, HAW Landshut Jerman, Free University of Tbilisi Georgia, Universiti Kebangsaan Malaysia, hingga Beykent University Istanbul Turki.
Panel turut diperkuat perwakilan praktisi profesional Sabine Gothe serta perwakilan mahasiswa Elisa Lowe dari Fernuniversitat Hagen, Jerman. Keterlibatan unsur akademisi, praktisi, dan mahasiswa internasional tersebut memperkaya perspektif dalam proses penilaian.
Rektor Unand, Dr. Efa Yonnedi mengatakan, asesmen ini merupakan bagian dari komitmen institusi menjaga standar mutu pendidikan tinggi. Penilaian tersebut menjadi upaya strategis untuk memastikan sistem pendidikan selaras dengan standar internasional dan memperluas pengakuan global.
"ACQUIN merupakan lembaga akreditasi berbasis di Jerman yang telah diakui oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia," ujarnya, Rabu, 11 Februari 2029. "Proses evaluasi dilakukan secara komprehensif melalui telaah dokumen serta diskusi bersama pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan mitra pengguna lulusan."
Efa menyebutkan, 13 program studi yang mengikuti asesmen mencakup jenjang Sarjana, Magister dan Doktor di bidang Sosiologi, Ilmu Politik, Kajian Kebijakan, Administrasi Publik, Antropologi Sosial, Ilmu Komunikasi serta Hubungan Internasional. Saat ini sekitar 15 persen program studi Unand telah mengantongi pengakuan internasional dan ditargetkan meningkat menjadi 25 persen pada 2029 serta 50 persen pada 2040.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Unand Prof. Hardisman menyampaikan, akreditasi internasional tidak sekadar pemenuhan administrasi, melainkan refleksi budaya mutu berkelanjutan. Oleh sebab itu, masukan dari panel internasional akan memperkuat sistem penjaminan mutu internal dan mendorong perbaikan berkelanjutan di setiap program studi.