Membangun Semangat Baca Anak Nagari Melalui KKN Literasi
- 12 Agt 2025 08:50 WIB
- Padang
KBRN, Solok Selatan: Sebuah gerakan literasi tumbuh pelan namun pasti di sudut selatan Sumatera Barat. Tujuh mahasiswa Universitas Andalas (Unand) melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi selama 40 hari di Nagari Pulakek Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu, Kabupaten Solok Selatan. Kegiatan telah dimulai pada 27 Juni lalu.
Mereka membawa misi menumbuhkan kembali minat baca di tengah masyarakat melalui Taman Bacaan Masyarakat (TBM) At-Tariq di Jorong Mantirai Indah. Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diinisiasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Perpusnas bekerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Unand, untuk memperkuat budaya literasi dari desa, jorong, hingga nagari.
Wali Nagari Pulakek Koto Baru, Elfariza mengatakan, KKN Literasi sangat diperlukan bagi anak-anak di nagari. Sebab saat ini sebagian anak-anak menghabiskan waktu bermain gawai, sehingga tidak mengenal budaya membaca.
Senada dengan itu, pengurus TBM At-Tariq, Mulyadi menyatakan, sangat terbuka terhadap program literasi. “Kegiatan ini bisa menjadi pemicu semangat belajar anak-anak dan membangun ruang positif bagi tumbuh kembang mereka,” ungkapnya, Kamis (7/8/2025).
Awalnya, jumlah anak yang berkunjung ke TBM bisa dihitung dengan jari. Namun berkat pendekatan komunikatif dan suasana belajar yang menyenangkan, kini TBM dipadati 25 hingga 30 anak setiap hari.
Selain membaca bersama, para mahasiswa memberikan penghargaan simbolik bagi anak-anak yang konsisten belajar. “Kami ingin anak-anak merasa dihargai dan bangga karena belajar,” tutur Dayat, ketua tim KKN.
Tim KKN juga menjalin kerja sama dengan SDN 26 Pulakek dan SDN 09 Kepala Bukit. Kepala SDN 26 Pulakek, Nelvia Roza menegaskan, kegiatan literasi sangat bermanfaat, patut dilanjutkan.
Sementara, Kepala SDN 09 Kepala Bukit, Afrimon menambahkan, literasi bukan hanya soal numerik, baca, dan tulis, namun juga bagaimana anak-anak mampu belajar dan mau mempelajari lingkungan. Di tengah gempuran gawai dan tontonan digital, kegiatan seperti ini bisa menjadi oase untuk anak-anak.
“Program ini menunjukkan bahwa membangun budaya literasi memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Kehadiran mahasiswa KKN menjadi pemicu lahirnya ekosistem belajar yang inklusif dan menyenangkan,” ucapnya.
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:8.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Aptos",sans-serif; mso-ascii-font-family:Aptos; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Aptos; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-font-kerning:1.0pt; mso-ligatures:standardcontextual; mso-fareast-language:EN-US;}