Ini Bedanya Hari Lahir dan Hari Kesaktian Pancasila
- 01 Okt 2025 09:42 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Kebanyakan masyarakat Indonesia sering keliru membedakan makna antara Hari Lahir Pancasila yang jatuh setiap 1 Juni dan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober. Meski sama-sama berkaitan dengan dasar negara, keduanya memiliki latar belakang sejarah dan tujuan peringatan yang berbeda.
Hari Lahir Pancasila, Tonggak Awal Ideologi Bangsa
Hari Lahir Pancasila merujuk pada momen bersejarah tahun 1945, ketika Presiden pertama RI, Ir. Soekarno, menyampaikan pidato di hadapan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).
Dalam pidato tersebut, Soekarno secara resmi memperkenalkan gagasan dasar negara yang kemudian diberi nama Pancasila.
- Latar Belakang: Kelahiran ideologi Pancasila sebagai dasar filosofis negara.
- Status: Sejak tahun 2017, tanggal 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016.
- Peringatan: Umumnya diisi dengan upacara bendera, pembacaan teks Pancasila, dan refleksi nilai-nilai kebangsaan.
Hari Kesaktian Pancasila, Menandai Keteguhan Ideologi
Berbeda dengan 1 Juni, Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober, terkait erat dengan tragedi nasional Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).
Baca Juga: Hari Kesaktian Pancasila 2025, Ini Tema Peringatannya
Baca Juga: Simak Deretan Wisata Sejarah Tragedi G30S/PKI di Jakarta
Tanggal ini ditetapkan untuk memperingati kegagalan upaya kudeta yang bertujuan mengganti dasar negara Republik Indonesia. G30S/PKI merupakan ancaman serius terhadap ideologi Pancasila.
- Latar Belakang: Menegaskan Pancasila tetap tegak sebagai ideologi negara meskipun menghadapi ancaman kudeta.
- Status: Tanggal 1 Oktober bukan hari libur nasional.
- Peringatan: Pemerintah pusat rutin menggelar upacara bendera di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur, sebagai simbol keteguhan ideologi.
Baca Juga: Rangkaian Acara Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila
Kedua hari tersebut sama-sama krusial bagi bangsa Indonesia. Hari Lahir Pancasila mengingatkan pada asal-usul dan fondasi negara, sementara Hari Kesaktian Pancasila menegaskan ketahanan dan relevansi Pancasila sebagai perekat bangsa menghadapi segala tantangan zaman.