Pemeliharaan Rutin Cegah Kerusakan Total Sekolah
- 22 Agt 2025 07:50 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Sekolah perlu pemeliharaan rutin agar kerusakan tidak bertambah parah dari waktu ke waktu. Kerusakan ringan yang dibiarkan dapat berubah menjadi kerusakan berat hingga tak layak pakai.
Direktorat Jenderal PAUD Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah menekankan pentingnya langkah perawatan berkala pada bangunan sekolah. Tanpa perbaikan sejak dini, kondisi ruang kelas yang rusak ringan dapat memburuk dalam jangka panjang. Hal ini seperti disampaikan oleh Direktur Jenderal PAUD Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Gogot Suharwoto, Ph.D.
“Nah, sekolah yang dalam kondisi rusak ringan kalau dibiarkan tanpa diperbaiki, perbaikan ringan tidak dilakukan, dia akan rusak sedang. Yang rusak sedang tidak dilakukan perbaikan selama 5 tahun, nah dia akan menjadi rusak berat. Rusak berat tidak diperbaiki sampai 5 tahun dia akan menjadi rusak total. nggak bisa digunakan sama sekali.” ucap Gogot Suharwoto, Jumat (22/08/2025).
Menurut Gogot, pemeliharaan harus menjadi bagian dari siklus jangka panjang agar fasilitas belajar tetap layak digunakan. Ia menargetkan perbaikan besar dapat diselesaikan dalam lima tahun untuk meringankan perawatan berikutnya.
“Jadi selama siklus 20 tahun ini harus ada pemeliharaan. Maka dari itu kalau kita bisa selesaikan dalam waktu 5 tahun ke depan yang 980.000 sekolah ruang kelas yang rusak sedang dan rusak berat ini ya nanti pemeliharaannya akan lebih ringan.” ucap Gogot Suharwoto.
Pemerintah mendorong semua pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan sekolah, untuk melakukan pengecekan berkala terhadap fasilitas pendidikan. Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan biaya perbaikan besar sekaligus memastikan proses belajar mengajar berjalan tanpa hambatan.