Pemeliharaan Sekolah Butuh Perhatian Rutin
- 20 Agt 2025 06:54 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Pemeliharaan gedung sekolah menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas fasilitas belajar. Kerusakan bangunan kerap terjadi karena kondisi lingkungan yang berbeda di setiap sekolah.
Direktorat Jenderal PAUD Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah mengingatkan pentingnya perawatan berkala terhadap sarana dan prasarana sekolah. Meski telah tersedia dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk perbaikan ringan, perbedaan kondisi di tiap wilayah membuat tingkat kerusakan bervariasi.
“Ya, jadi begini sebetulnya dari skema pemeliharaan kita sudah punya BOS yang bisa digunakan untuk rehab ringan. Nah, iya. Hanya kan tingkat kerusakan ruangan itu berbeda-beda. kadang ada yang karena toiletnya dekat dengan apa namanya tuh kebun ya kemudian banyak jamur sehingga lebih rusak duluan atau sekolahnya di depannya banyak air menggenang di jalan sehingga yang depan rusak duluan.” ucap Gogot Suharwoto, Rabu (20/08/2025).
Gogot menambahkan, kerusakan pada bangunan sekolah biasanya tidak merata. Bahkan, tanpa perawatan rutin, kondisi gedung yang baik dapat memburuk dalam beberapa tahun.
“Jadi rusaknya tidak merata. Nah memang dan itu terus-menerus. Jadi sebagai gambaran saja setiap 5 tahun sekolah yang dalam kondisi baik itu dia akan turun menjadi rusak ringan. Kalau dibiarkan tanpa pemeliharaan.” ucap Gogot Suharwoto.
Pemerintah mengimbau pihak sekolah untuk memanfaatkan dana yang ada secara optimal demi mencegah kerusakan lebih parah. Perawatan rutin diharapkan dapat memperpanjang usia pakai bangunan, menjaga kenyamanan belajar, serta menekan biaya perbaikan besar di masa mendatang.