Kebijakan Pembangunan Provsu di 2027 Fokus pada Enam Bidang

  • 14 Mar 2026 22:40 WIB
  •  Nias Selatan

RRI.CO.ID, Nias Selatan - Pada pelaksanaan Musrenbang RKPD 2027 Kabupaten Nias Selatan, Jumat 13 Maret 2026, Staf Ahli Gubernur Sumatera Utara Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan, Dr. Ahmad Fadly, S.Sos, M.SP menyampaikan arah kebijakan pembangunan Pemprovsu di tahun 2027. Arah kebijakan ini mencakup intervensi pada enam bidang yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur kewilayahan, pertanian, intervensi kawasan serta afirmasi wilayah dan pemulihan pasca bencana.

"Pembangunan bidang pendidikan diarahkan kepada masyarakat agar memperoleh pendidikan yang bermutu dan relevan dengan dunia kerja," ujarnya. "Hal ini dilakukan melalui peningkatan kualitas sekolah dan tenaga pendidik, penguatan pendidikan keterampilan vokasi sesuai kebutuhan lapangan kerja dan pemerataan akses pendidikan berkualitas hingga wilayah terpencil."

Kemudian pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk memastikan masyarakat yang lebih sehat, produktif dan terlindungi. Hal ini diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan Puskesmas dan Rumah Sakit, peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak serta gizi masyarakat serta pencegahan penyakit dan promosi pola hidup sehat.

"Selanjutnya pembangunan pada infrastruktur kewilayahan diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat serta konektivitas antar wilayah khususnya daerah terisolir," lanjut Ahmad Fadly. "Pembangunan tersebut diwujudkan melalui perbaikan dan pembangunan jalan penghubung sentra produksi dan pasar, pembangunan infrastruktur pendukung kawasan pertanian, industri dan pariwisata, serta pembangunan infrastruktur yang aman dan tangguh terhadap bencana.

Lalu pembangunan pada bidang pertanian terutama di pedesaan juga diwujudkan melalui melalui peningkatan produktivitas dan modernisasi pertanian, penguatan nilai tambah hasil pertanian melalui pengolahan serta perlindungan dan peningkatan kesejahteraan petani. Dari intervensi ini, kata Ahmad Fadly, kesejahteraan petani semakin meningkat, kesempatan kerja di desa bertambah dan ketahanan pangan di desa terjaga.

"Seterusnya pada pembangunan berbasis kawasan yang meliputi pembangunan kawasan pariwisata ekonomi dan industri diharapkan untuk membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru," ungkapnya. "Hal ini diwujudkan melalui pengembangan destinasi pariwisata unggulan, pengembangan kawasan ekonomi dan industri berbasis potensi lokal, serta peningkatan pemberdayaan masyarakat disekitar kawasan.

Sedangkan arah pembangunan yang keenam ditujukan pada bidang afirmasi wilayah dan pemulihan pasca bencana. Menurutnya, pembangunan tahun 2027 memberi perhatian khusus pada wilayah tertinggal dan peran serta masyarakat terdampak bencana

Pemulihan yang dimaksud tidak hanya pada perbaikan kerusakan tetapi juga meningkatkan kualitas dan ketahanan hidup masyarakat. Dari intervensi ini diharapkan pemulihan ekonomi lebih cepat, lingkungan lebih aman dan resiko bencana dapat diminimalkan.

Rekomendasi Berita