Kapolri dan Titek Soeharto Tinjau Tesso Nilo, Pastikan Konservasi Gajah Aman

  • 17 Mar 2026 20:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Peninjauan Taman Nasional Tesso Nilo
  • Tindakan tegas pelaku
  • Relokasi satwa

RRI.CO.ID, Riau - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi meninjau Tesso Nilo. Kunjungan dilakukan untuk memastikan pemulihan kawasan konservasi gajah berjalan aman dan lancar.

Kapolri mengatakan, pemulihan kawasan dilakukan untuk mengembalikan habitat gajah yang populasinya menurun. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait konservasi Gajah Sumatera.

“Tadi disampaikan oleh Dinas Kehutanan Riau bahwa kawasan gajah yang populasinya sedikit harus diberikan habitatnya kembali. Ruang hidupnya harus dikembalikan agar gajah dapat berkembang,” ujarnya usai meninjau lahan konservasi Gajah Taman Nasional Tessa Nilo, Lampung, Selasa, 17 Maret 2026.

Kapolri menyebut, pemulihan kawasan akan dilakukan pada lahan seluas 81 ribu hektar. Kawasan tersebut akan difungsikan sebagai area konservasi Gajah Sumatera.

Kapolri menegaskan komitmen penegakan hukum terhadap pelaku kejahatan satwa dan perusakan hutan. Ia juga mengapresiasi langkah Polda Riau dalam mengungkap kasus kematian gajah sebelumnya.

“Tolong dilakukan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan satwa. Populasi gajah yang tersisa harus dijaga agar tetap lestari,” ucapnya.

Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi mendorong pemulihan Tesso Nilo sesuai fungsi taman nasional. Kawasan tersebut harus dikembalikan sebagai habitat flora dan fauna.

“Karena kepedulian Presiden Prabowo, Tesso Nilo harus dikembalikan sebagai taman nasional. Kawasan ini menjadi habitat gajah yang harus dilindungi,” kata Titiek, yang lebih populer dipanggil Titiek Soeharto.

Titiek menekankan proses relokasi masyarakat harus dilakukan secara humanis dan terencana. Pemerintah diminta menyiapkan lokasi relokasi sebelum melakukan pemindahan warga.

“Jangan belum apa-apa sudah diusir, harus disiapkan tempat relokasi terlebih dahulu. Kita harus menjaga kelestarian hutan dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan Polri dalam pengawasan kawasan. Hal ini karena keterbatasan jumlah polisi hutan di Tesso Nilo.

“Dengan luas 81 ribu hektar, jumlah polisi hutan masih sangat terbatas. Diperlukan dukungan Polri untuk menjaga kawasan ini,” katanya.

Rekomendasi Berita