Menteri ESDM Pastikan Subsidi Energi Tetap Terkendali dan Tidak Bebani Rakyat

  • 17 Mar 2026 18:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bahlil tegaskan subsidi energi tetap dijaga agar tidak membebani masyarakat
  • Pemerintah dorong penghematan BBM untuk tekan impor dan pengeluaran masyarakat
  • Stok energi dijamin aman, pemerintah siapkan strategi jangka pendek hingga panjang

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah akan tetap menjaga subsidi energi agar tidak membebani masyarakat di tengah dinamika global. Ia memastikan kebijakan Indonesia tidak akan mengikuti pola negara lain dalam merespons kondisi geopolitik yang sedang berkembang.

Ia menekankan pentingnya penghematan penggunaan BBM sebagai langkah strategis untuk mengurangi impor serta menekan pengeluaran masyarakat. Menurutnya, efisiensi energi menjadi kunci menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global saat ini.

“Penting adalah penghematan terhadap BBM itu juga penting. Di samping memang kita menghemat impor, itu juga menghemat pengeluaran bagi seluruh masyarakat yang ada di Indonesia,” ujarnya usai kegiatan Pelepasan Mudik Bersama Kementerian ESDM oleh Menteri ESDM di Kantor Pusat ESDM, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Maret 2026.

Bahlil menjelaskan Indonesia memiliki sistem berbeda karena menyediakan dua jenis BBM, yakni bersubsidi dan nonsubsidi. Ia menegaskan subsidi akan tetap dikendalikan pemerintah setidaknya hingga periode Hari Raya dan diupayakan berlanjut setelahnya.

Ia juga menegaskan negara hadir untuk melindungi seluruh masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu dalam distribusi energi nasional. Menurutnya, pelaku usaha yang ingin bertahan dipersilakan berkolaborasi agar tetap memiliki ketersediaan pasokan energi.

Terkait prospek ke depan, ia menyatakan pemerintah tetap optimistis menghadapi tantangan energi dan terus menyiapkan strategi jangka pendek hingga panjang. Ia menegaskan tugas pemerintah adalah menyelesaikan masalah, termasuk memastikan ketersediaan energi dan harga tetap dalam kendali.

“Bagi yang penting adalah kita, stok semuanya harus ada supaya tidak ada kelangkaan di Indonesia, baik LPG, bensin, maupun solar. Itu yang paling penting, menyangkut harga, negara akan tetap hadir untuk subsidi,” katanya.

Rekomendasi Berita